Walau volume penjualan dodol Oodaro masih terbatas pada agen tertentu di Kupang, namun hal ini menunjukan keberhasilan usaha industri rumah tangga petani rumput laut di Rote Ndao.
Pimpinan WVI ADP Rote Ndao, Sugiarto, mengatakan itu saat ditemui di gedung DPRD Rote Ndao, Rabu (16/9/2009). Dia menyampaikan hal ini menanggapi pertanyaan ada dodol garut dari Pulau Jawa yang menembus pasar Kota Kupang.
"Saat ini dodol oodaro dari Rote Ndao sudah dijual di Kota Kupang. Sudah ada agen penjualannnya di Kupang dan dodol ini dijual dengan harga Rp 12 ribu/bungkus," ujarnya.
Menurut dia, yang masih menjadi kendala saat ini adalah dukungan kepada kelompok petani rumput laut dan mengolahnya menjadi dodol Oodaro. Selain itu, bagaimana membuat kelompok tani ini merasa bahwa industri rumah tangga dodol yang mereka tekuni merupakan usaha yang menjanjikan bagi kehidupan petani rumput laut.
"Saat ini WVI ADP Rote Ndao masih terus mendampingi kelompok petani rumput laut dalam mengolah rumput laut menjadi dodol Oodaro sampai tahun 2012. Tapi mulai saat ini petani harus bisa diberdayakan dan didorong untuk lebih bersemangat dalam usaha home industry ini," katanya.
Apalagi saat ini, lanjut Sugiarto, dodol Oodaro milik petani dari Rote sudah memiliki hak paten merk sehingga bisa dipasarkan ke luar Rote Ndao, terutama ke Kota Kupang secara lebih luas. Ini suatu peluang pasar yang harus ditangkap petani rumput laut.
"Perhatian pemkab setempat harus tetap ada bersama WVI ADP Rote Ndao dalam membimbing kelompok petani rumput laut ini. Diharapkan suatu saat kelompok petani mampu mandir dalam mengembangkan usaha home industry dodol Oodaro," tandasnya.
Koordinator Lintas Project Rumput Laut Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Wahana Visi Indonesia (WVI) ADP Rote Ndao, Welnike Angel, ditemui di kediamannya mengatakan, agar rumput laut yang dihasilkan petani memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional, maka dibutuhkan dukungan pemerintah dan DPRD Rote Ndao dalam hal kebijakan.(mar) (Pos Kupang) |