• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Nasional
Nasional
Ada Luka di Bagian Sensitif Manohara
Persda Network/FX Ismanto

Manohara didampingi Ibundanya Ny. Daisy Fajarina
Rabu, 10 Juni 2009 | 17:09 WITA

JAKARTA, POS KUPANG.Com - Usai menjalani pemeriksaan di Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri), Manohara langsung meluncur ke RS Cipto Mangunkusumo guna melakukan visum untuk keperluan penyidikan.

Selama kurang dari satu jam pemilik nama lengkap Manohara Odelia Pinot tersebut diperiksa oleh dokter visum Abdul Mun'im Idries dan dr. Khaida di ruang Departemen Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Selasa (9/6/2009) sore.

"Visum itu harus dilakukan, harus ada surat penyidikan. Sekarang sudah lengkap visumnya, karena ini visum yang dipercaya pengadilan yang diminta penyidik," jelas Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Manohara.

Hasilnya tetap sama, antara visum yang pertama  dilakukan Manohara pada Senin (8/6) sore, dengan visum resmi hari ini. "Ada luka di sekujur tubuh dan bagian private. Kita hanya menunggu hasil tes darah dan psikologi saja," papar Hotman.

 Semua prosedur standar yang dijalani oleh Mano --demikian disapa-- juga melakukan tes darah dan urine, dengan dikawal dua orang petugas penyidik, Eko dan Arif bagian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Mabes Polri.  "Di sini yg paling penting adalah masalah penganiayaan sudah selesai dan terbukti," tekan Hotman.

Ke depan, hasil visum tersebut akan diserahkan pihak Mano kepada Mabes Polri. "Setelah semua hasilnya keluar, baik hasil psikologi tes dan darah baru kita serahkan ke Mabes, sehingga Mabes tinggal melakukan penyidikan tambahan," imbuh Hotman.

Merujuk pada hasil visum yang dilakukan sebelumnya, Mano mengaku bekas luka akibat kekerasan yang diterimanya pada April, akibat sundutan rokok di kening dan luka bekas setrika pada bagian leher sudah sulit untuk dilihat dengan kasat mata.

"Mano saja tak nampak, lukanya Mano tak bisa dilihat kasat mata. Dokter juga tanya di mana? Akhirnya dokter pakai kaca pembesar dan kata dokter  ada perbedaan di antara kulit," terang Mano. "Itu kata dokter, bukan saya mengada-ada," tekannya.

Namun, dari hasil visum yang dilakukan hari ini dokter menemukan satu bekas luka penganiayaan yang dialami Manohara. Luka itu disebabkan akibat perkosaan yang pernah diderita Mano pada saat di Lombok. "Dia memperkosa saya dengan kuat hingga alat kelamin saya sobek, tadi dokter sudah memeriksa dan melihatnya," ungkap Mano lirih. (C7-09/Kompas.com)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

aku sangat bangga cng ktegaran mano.kaum hawa harus belajar dari dia

Posted by: RONNY B | Minggu, 15 November 2009 | 11:56 WITA

manohara adl seorang cwe yg tgar

Posted by: ronny-nachunk | Minggu, 15 November 2009 | 11:48 WITA

MANOHARA....MANOHARA.....AMBALAT....AMBALAT..... Indonesiaku....Indonesiaku......Indonesiaku

Posted by: Ki Sapu Jagat | Kamis, 11 Juni 2009 | 13:51 WITA

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • SBY Minta Hasil Kunjungan ke LN ..
  • ICW Latih Masyarakat Sumba
  • Habibie: Daya Saing Ditentukan Teknologi
  • 135 Karyawan PT SGS Keracunan Makanan
  • Nenek Renta Itu Berubah Jadi Kodok
  • Juwita Bahar Kabur
  • Polisi Tembak Mati Teroris Langkahi Hakim
  • Kelompok Nusa Hijau Sulit Pasarkan Kompos
  • Kayu Putih Fokus Pembangunan Fisik
  • Naikolan Butuh Puskesmas Rawat Inap
  • Mahasiswa Pembuat Rusuh di Oesapa Dipecat
  • ICW Latih Masyarakat Sumba Riset Aksi ..
  • Akbar : Kemenangan Pasus Century Perlu ..
  • Megawati Keliling Indonesia Timur Hadiri ..
  • Pelayanan Air Bersih di Waikabubak (3)
  • Jampidsus : Hentikan Kasus KBRI Thailand
  • Kejagung Belum Sentuh Mantan Menlu NHW
  • LPMP NTT Gelar Rakor Hadapi UN
  • BK Terima Pengaduan Anggota Dewan ..
  • Pecat Mahasiswa Pembuat Rusuh di Oesapa
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved