• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / EDITORIAL / Beranda Kita
Beranda Kita
Bola
Oleh Dion DB Putra
Dok Pos Kupang

Dion DB Putra
Senin, 15 Juni 2009 | 14:48 WITA

HARI itu saat malam Minggu menjelang, beta terpaksa keluar dari tribun Stadion Oepoi Kupang menuju pelataran parkir untuk mencari udara segar.

Setelah menyaksikan duel menarik selama satu setengah jam serta upacara penyerahan piala dan hadiah, beta sungguh tak tahan lagi berdesak-desakan dengan 35 ribu penonton yang berpesta pora. Mereka merayakan  kemenangan klub Botung Anak Kupang alias Bonak menjuarai kompetisi Liga Kota KASIH (LKK) yang ketiga.

Di partai puncak hari itu, klub Bonak asuhan pelatih  Petrus Abanat mengalahkan juara dua musim kompetisi sebelumnya AS Roma 1-0. Malang nian nasib AS Roma (singkatan dari Anak-anak Seputar toko Roda Mas)  karena tim kebanggaan warga Kuanino itu cukup memerlukan hasil seri untuk pertahankan gelar. Tetapi tim asuhan Zeth Adoe  lengah di menit akhir sehingga gelar juara di depan mata tak tergapai untuk ketiga kalinya. Bola memang bundar dan kini giliran Bonak berjaya.

Kembang api warna-warni menghiasi langit Kupang bersama terang bulan purnama kala itu ketika Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe menyerahkan piala bergilir LKK kepada kapten Bonak di tribun VIP. Ketua Umum Pengurus Cabang PSSI Kota Kupang, Drs. Daniek Hurek tersenyum ceria bersama jajaran pengurus teras seperti Pieter Fomeni, Melkisedek Madi, Felix Dando, Anton Kia dan lainnya.

Di tribun maupun di tengah lapangan Stadion Oepoi histeria penonton terekspresi dalam beragam wujud. Pengurus klub Bonak, pemain dan suporter  
setia yang tergabung dalam Bonak Fans Club larut dalam pesta. Mereka bakupeluk, bakucium pipi kiri kanan, bersalam-salaman. Pesta Bonak masih berlanjut dengan pawai keliling Kota Kupang yang membuat jalanan macet total di sejumlah titik.

Kupang malam itu merayakan kemenangan sepakbola. Pesta untuk  sukses Liga Kota Karang yang makin mendapat tempat di hati 400 ribu penduduk kota KASIH.
Sebagai juara kompetisi LKK, Bonak dapatkan hadiah uang sebesar Rp 150 juta. AS Roma (runner-up) Rp 75  juta, juara ketiga Kristal FC mendapat 50 juta dan  Britama Kupang yang menempati ranking keempat mendapat hadiah Rp 25 juta.

Top Scorer atau pencetak gol tersubur diraih pemain Platina FC, Atus Karpitang dengan  26 gol. Atus  berhak atas hadiah Rp 15 juta. Sedangkan pemain terbaik jatuh ke tangan striker AS Roma, Decky Kadja. Decky juga mendapat hadiah  Rp 15 juta. Tim fair play direbut klub Sandelwood asuhan Paul Ngongo Bili.

Liga Kota KASIH merupakan perwujudan tekad pengurus PSSI pimpinan Daniel Hurek yang juga wakil walikota Kupang. Setelah bertahun-tahun mati suri, kompetisi antarklub perserikatan di ibu kota Propinsi NTT tersebut kembali diputar dengan manajemen lebih rapi dan konsisten. Sebanyak 24 klub di Kupang dibagi ke dalam dua divisi sesuai peringkat, yakni Divisi Utama dan Divisi I masing-masing beranggotakan 12 klub. Kompetisi  sesuai format standar liga dunia itu menerapkan sistim promosi dan degradasi.

PSSI Kota Kupang menetapkan tiga tim promosi dan tiga tim degdarasi setiap musim kompetisi LKK yang bergulir selama delapan bulan. Jadwal pertandingan berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu di Stadion Oepoi. Mengingat Oepoi telah dilengkapi lampu sorot di empat sudut stadion, maka selalu ada pertandingan sore dan malam hari. Para pemain dimanjakan dengan rumput stadion yang lembut bagaikan permadani serta ruang ganti ber-AC.

Penonton pun menikmati pertandingan dari duduk tribun dengan kursi yang bagus.
Bergulirnya LKK diatur sedemikian rupa oleh PSSI sehingga tidak mematikan kompetisi yang sudah berjalan lama seperti Faperta Cup, Fosmab Cup, Imapem Cup, Ipelmen Cup, Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup, Angkasa Pura Cup dan lainnya.
Event-event tersebut justru menjadi penopang mutu LKK.

Pelatih klub di sini  semuanya bersetifikat nasional. Dan, terjadi peremajaan wasit besar-besaran. Usia wasit sesuai ketentuan FIFA. Sejumlah wasit dari Kupang, misalnya Abdul Muis, Kid Bokilia, Athen Bana, Lukman Hakim dan Chris Umbu Yogar bahkan telah dipercayakan PSSI memimpin pertandingan Liga Indonesia.

Setelah tiga tahun bergulir LKK mulai menebarkan pesona. Membius warga Kupang. Kompetisi itu menjadi hiburan akhir pekan. Penonton selalu berduyun- duyun ke stadion. Mereka menghargai event sepakbola dengan  membeli tiket masuk, menonton dengan tertib, mengekspresikan rasa dengan santun. Tak ada adufisik karena spirit LKK adalah kompetisi  kasih. Laga bola tanpa kekerasan.
Suasana stadion warna-warni.  Suporter yang masuk anggota  Fans Club menyanyi sepanjang laga, menabuh gong gendang, meniup terompet dan suling. Melambai- lambaikan atribut klub bermotif lokal NTT. Tiap pertandingan adalah pesta bola.

Tiket masuk setiap pekan ratusan juta rupiah. Tiket itu dibagi adil kepada para pihak sesuai ketentuan yang disepakati bersama. Sudah pasti ada jatah tetap bagi klub yang bertanding. Makin banyak penonton, pundi-pundi klub semakin tebal.

Dan, LKK sungguh menggairahkan ekonomi rakyat sebagaimana harapan duet pimpinan Kota Kupang, Daniel Adoe-Daniel Hurek. Tidak hanya pendapatan Ina, Ama pedagang kaki lima (PKL) meningkat pesat. Di kota ini tumbuh beragam usaha bisnis berkaitan dengan cabang olahraga apa saja. Partisipasi kalangan swasta melalui sponsorship terus meningkat. LKK menjadi ikon kebanggaan Kupang.

Setiap akhir musim, tim juara ujitanding melawan juara Divisi Utama Liga Indonesia di Kupang. Mutu LKK yang semakin baik menarik minat klub anggota Divisi Utama Liga Indonesia merekrut pemain berbakat asal Kupang. Kupang jadi lumbung pemain-pemain hebat di klub papan atas Indonesia. LKK juga jadi model kompetisi yang ditiru perserikatan lain di seluruh NTT. Luar biasa bukan?

Tetapi maaf beribu maaf. Kisah panjang lebar di atas hanyalah mimpi beta, salah seorang warga Kupang yang mencintai sepakbola. Mumpung sedang musim jual mimpi menjelang pilpres, maka izinkan beta menjual mimpi bola kepada tuan dan puan. Bukankah mimpi bisa menjadi kenyataan? (dionbata@yahoo.com)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Polres Sikka Gantung Tiga Kasus Korupsi
  • Komunitas YSAI UPN Jogya Tanam Pohon Cemara
  • Mahasiswa HI-FISIP UPN Jogya gelar Diskusi ..
  • Dua terdakwa Pembunuh Rm Fautinus, Tunggu ..
  • APIK Pertanyakan Batas Hutan Lindung Oelbesak
  • Camat Perlu Mendapat Pembinaan
  • Son Pake Helm...
  • Warga Belo Minta Bangun Poskamling
  • Keracunan Ikan, 3 Tewas
  • APTI NTT Gelar Talk Show
  • BP Pemuda GMIT Horeb Gelar Lomba CCA
  • Cagar Alam Hutan Mutis Mulai Terancam
  • Gerson Yonathan Thonak, Jadi PNS Terlalu ..
  • Meriah, Konser Ruth Sahanaya
  • ChildFund Hijaukan Tiga Mata Air di Flores ..
  • Messi Dipuji Kawan dan Lawan
  • 13 Parpol Daftarkan Venus di KPUD Ngada
  • Kampung
  • Adoe: Kami Tidak Menembak
  • Warga Manulai II Ditikam di Jalur 40
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved