• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / EDITORIAL / Beranda Kita
Beranda Kita
Yth
Oleh Dion DB Putra
Dok Pos Kupang

Dion DB Putra
Senin, 22 Juni 2009 | 11:29 WITA

PEKAN yang baru lewat beta kembali mendengar suara berulang di beranda Flobamora. Pekan yang baru lewat beta juga terkenang nama Yth.

Nama-nama yang indah, unik dan sarat makna. Nama mengagumkan sekaligus menyayat hati. Suara-suara itu, suara yang terdengar kesekian kalinya. Nada dasarnya sama. Irama sama. Syairnya pun masih yang itu-itu juga. 
 
Begitulah tuan dan puan. Izinkan beta menyuarakan suara-suara berulang itu. Mungkin membosankan dan terasa menjengkelkan tetapi lebih baik bersuara ketimbang diam berpangku tangan.
 
Di sebuah gedung megah masih terdengar lirih suara paramedis. Suara gundah- gulana menghadapi dilema. Menolak pasien? Menyandera mereka yang tak sanggup bayar? Ataukah memulangkan begitu saja setelah mereka sembuh dengan risiko rumah sakit tidak mendapatkan pemasukan apa-apa?
 
Menghadapi sang papa yang tak terjamah negara, seorang perawat senantiasa serba salah. Bagaikan makan buah simalakama. Sudah banyak kisah nyata seperti itu dan kisah itu terulang lagi  untuk kesekian kalinya. 
 
Pasien miskin tak pegang kartu Jamkesmas datang dengan wajah iba memelas. Sesuai ketentuan mestinya sang perawat menolak pasien tanpa kartu jaminan negara. Tapi nuraninya berontak. Dia tak sanggup berkata tidak. Kalau ditolak,  orang miskin papa yang sedang sekarat itu berpeluang kehilangan nyawa.
 
Dia mengabaikan syarat administratif. Mengangkangi aturan. Buru-buru si sakit dilayani dengan baik. Dimasukkan ke ruang rawat inap kelas III. Sepekan lewat pasien papa itu sembuh dari sakitnya. Sang perawat tersenyum ceria. Satu lagi sesama manusia yang bisa ditolongnya. Puji Tuhan! 
 
Namun, apa daya  keceriaan tersebut  berlangsung  tak  lama. Pasien miskin ini tak diizinkan pulang oleh yang berwenang. Dia bisa pulang ke rumah apabila telah membayar seluruh biaya rumah sakit selama sepekan. Si sakit lalu diberi kesempatan mencari sanak famili, kerabat atau kenalan yang sudi membantu. Sepekan lewat tak ada tanda-tanda bantuan datang. 
 
Si miskin itu masih  menghuni ruangan kelas III. Dia diberi waktu seminggu lagi. Lagi-lagi mengalami kenyataan yang sama. Tiga pekan "tersandera" di ruangan berdinding putih. Bukan karena sakit tetapi semata karena tak sanggup membayar. 
Apa mungkin si miskin dipaksa membayar biaya sedemikian besar? Perawat itu bergumam sendiri. Dia  kemudian bertindak nekat. Pasien itu diizinkan pulang tanpa membayar sepeser pun.  
 
Si miskin itu memang tidak punya apa-apa. Uang di dalam dompetnya yang lusuh cuma dua ribu rupiah. Oh Tuhan, bagaimana mungkin dia bisa pulang  ke rumah yang berjarak lebih dari 40 km dengan modal senilai itu? Perawat itu urunan bersama sejawatnya. Ada juga dokter yang membantu. Mereka memberi modal pulang uang sebesar Rp 100 ribu. Si miskin tersenyum riang. Berulang-ulang kata terima kasih meluncur dari mulutnya. 
 
Masalah si miskin tuntas. Tapi tidak bagi si perawat. Hari-hari ini hatinya galau. Dia paham risiko yang harus diterima karena melanggar ketentuan. Dia mesti siap dimarahi atasan. Bahkan risiko yang lebih buruk dari itu. 
 
Begitulah tuan dan puan suara berulang yang beta rekam. Suara riuh rendah di beranda rumah Flobamora yang cuma sedikit orang mau mendengar, peduli dan berani bertindak. Gampang nian pemimpin kita cakapkan pemerintahan pro rakyat. Biaya sebesar-besarnya untuk rakyat. Ketimpangan di depan mata dibiarkan berjingkrak-jingkrak. Yang kerja setengah hati, yang suka jalan-jalan dipelihara! Yang susah payah bahkan makan buah simalakama tak dilirik dan dijamah. 
 

Di saat-saat seperti ini beta teringat Yth. Teringat teman, sahabat, saudara, keluarga yang mendapat sapaan Yang Terhormat. Mereka yang segera mendapatkan  cincin kenangan. Cincin emas-berlian tanda ucapan terima kasih atas pengabdian yang luar biasa selama lima tahun memperjuangkan aspirasi rakyat Flobamora. Mereka yang  selalu disapa Yth meski rumah dinas untuk mereka yang dibangun dengan uang dari pajak rakyat dibiarkan tanpa penghuni. Bahkan yang menghuni justru kambing- kambing. Begitulah tuan dan puan, suara yang berulang! (dionbata@yahoo.com) 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Enam Pelabuhan PT Pelindo III Masih Merugi
  • Klub Peserta ISL Dapat Jatah Mobil
  • 52,50 Persen Guru di Bali Belum S1
  • Keluarga Minta Polda NTT Lidik Kematian ..
  • Gempa 7,0 SR Guncang Maluku Utara
  • Pupuk Kandang Mengandung H5N1
  • Pendidik di Maurole Digaji Rp 40 Ribu
  • 45 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri ..
  • Mesin Rental Atasi Listrik Jelang Jumat ..
  • Obama Tunda Kunjungan ke Indonesia
  • Prioritas KB Untuk Klinik Swasta dan ..
  • Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
  • Mulus Lebihi Syarat Jumlah Kursi DPRD
  • Paket PDIP Manggarai Belum Aman
  • Manggana-Praing Resmi Mendaftar di KPU
  • Rokok Haram, Ribuan Petani Tembakau Kolaps
  • Lamahala-Horowura Kakak-Adik
  • Menyingkap Kasus Judi di Belu (1)
  • SBY Diminta Lebih Aktif Berantas Teroris
  • Polisi Bersenjata Kawal Mangan Ilegal
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved