Rabu, 1 Juli 2009 | 09:42 WITA
HARI ini, 1 Juli 2009, jajaran kepolisian Republik Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-63. Sebagaimana lazim, di setiap markas kepolisian hari ini, jajaran kepolisian merayakan seremoni hari ulang tahun yang diikuti beraneka kegiatan dan acara ramah tama.
Jauh sebelum memasuki hari puncak, jajaran kepolisian mulai menyemarakinya dengan menggelar berbagai kegiatan. Ada kegiatan bakti sosial, ada kegiatan anjang sana ke panti asuhan- panti asuhan, ada kegiatan olahraga dan berbagai kegiatan lainnya. Semua kegiatan tersebut bermuara kepada satu tujuan, yakni untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) kepolisian yang puncaknya jatuh pada hari ini.
Tapi, di tengah kemeriahan merayakan hari ulang tahun itu, jajaran kepolisian ternyata masih diterpa berbagai kritikan dan cemoohan masyarakat. Meski secara lembaga pihak Kepolisian Republik Indonesia kini mulai membersihkan diri dari berbagai sorotan negatif masyarakat, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tindakan oknum kepolisian yang berada di lembaga itu justru sering mencoreng citra kepolisian yang kini mulai dipulihkan itu.
Dari laporan yang dirilis berbagai media cetak maupun elektronik, masih ada oknum aparat kepolisian yang bertindak arogan saat menjalankan tugas di lapangan. Dengan mengandalkan baju, celana, sepatu dan berbagai simbol lainnya yang dikenakan, tak jarang anggota kepolisian bertindak semena-mena terhadap masyarakat. Misalnya, oknum polisi sering bertindak kasar atau menganiaya masyarakat saat sedang menangani suatu kasus, adanya pungutan-pungutan ilegal yang tidak perlu terjadi saat menjalankan tugas.
Tidak hanya itu, dari berita yang dilansir media massa juga diketahui masih banyak oknum anggota kepolisian yang terlibat dalam perbuatan yang secara kelembagaan justru dilarang keras dilakukan oleh oknum anggota kepolisian. Misalnya, ada oknum anggota polisi yang terlibat mabuk karena minum-minuman keras (miras), terlibat perjudian, menghamili anak-anak gadis orang tanpa diikuti rasa tanggung jawab, mendiamkan suatu kasus tindak pidana, serta berbagai tindakan lainnya. Modus yang digunakan tidak hanya dalam bentuk terlibat langsung, tapi juga dalam bentuk ikut membekingi kegiatan tersebut sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar.
Berbagai bentuk tindakan tersebut, meskipun itu dilakukan oleh oknum anggota, hal itu akan ikut memberi andil yang besar dalam merusak atau memperburuk citra lembaga kepolisian yang sedang dalam upaya pembersihan diri. Kondisi ini tidak bisa dihindari karena masyarakat tidak melihat itu sebagai tindakan oknum semata. Tapi tindakan oknum sering digeneralisir sebagai tindakan lembaga, seolah-olah orang-orang yang berprofesi sebagai anggota kepolisian memiliki tindakan yang sama.
Oleh karena itu, perayaan HUT Bhayangkara ke-63 kali ini harus dijadikan momentum berharga untuk merefleksi dan memperbaiki diri bagi setiap personil yang bekerja dalam institusi kepolisian. Setiap orang yang bekerja di lembaga kepolisian, siapapun dia, haruslah berusaha memperbaiki diri. Perbaikan diri itu mencakup sikap, tutur kata dan perbuatan yang disoroti oleh masyarakat. Baik dalam pergaulan di tengah masyarakat maupun dalam rangka menjalankan tugas kepolisian. Tugas pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat yang membutuhkan pengayoman dan perlindungan harus benar-benar ditunjukkan. Jangan sebaliknya masyarakat yang seharusnya diayomi dan dilindungi justru dimangsa. Sikap profesionalisme yang sering didengungkan jangan hanya menjadi slogan belaka, tapi harus satu dengan perbuatan.
Upaya pengembalian citra yang baik dari lembaga kepolisian hanya bisa dicapai kalau setiap orang yang berada di dalam lembaga kepolisian itu mampu memperbaiki diri dan menunjukkan tindakan yang dapat mendukung citra lembaga kepolisian itu sendiri. Tanpa adanya kemauan dari anggota kepolisian untuk memperbaiki sikap, tindak tanduk dan perbuatannya, serta menunjukkan sikap yang profesional, mustahil citra kepolisian yang didambakan masyarakat serta diharapkan lembaga kepolisian itu sendiri akan terwujud. Akhirnya, selamat Hari Bhayangkara ke-63 buat jajaran kepolisian. Mudah-mudahan hari ulang tahun ini dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki sikap dan perilaku.*