• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Pro BISNIS
Pro BISNIS
NTT Diapit Negara Positif H1N1
POS KUPANG/HERMINA PELLO

Salah seorang peternak babi di Kupang, Albert Johanis sedang memandikan babi peliharaannya.
Rabu, 1 Juli 2009 | 18:49 WITA

KUPANG, POS KUPANG. COM -- Nusa Tenggara Timur (NTT) diapit oleh dua negara yang saat ini telah dinyatakan sebagai negara yang tertular penyakit Influenza A (H1N1). Dua negara tersebut, yakni Australia dan Timor Leste.


Hal itu disampaikan Drh. Maria Geong, Ph.D, dalam acara Sosialisasi Influenza A H1N1 yang diselenggarakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, di Hotel Sasando, Rabu (1/7/2009).

Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Impor, Pusat Karantina Hewan Badan Karantina Pertanian, Drh. Heryanto mewakili Kepala Pusat Karantina Hewan, Drh. Mulyanto, M.M, salah seorang ahli penyakit H1N1, Muchtar Abdullah Baraniah dan Drh. Maria Geong, Ph.D, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Pada Dinas Peternakan NTT.

Dalam acara yang dipandu Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Drh. Farid Hermansyah itu, Maria Geong mengatakan, baik Australia maupun Timor Leste telah terindikasi tertularnya H1N1.

Dengan demikian, lanjut dia, NTT sangat riskan dengan meluasnya penyakit tersebut. Karena itu, semua komponen terlebih pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk menjauhi NTT dari kemungkinan tertularnya penyakit tersebut.

Kemungkinan penularan penyakit H1N1 melalui ternak babi, lanjut dia, sangat kecil. Pasalnya, sejak tahun 2008 lalu, pemerintah telah melarang masuknya ternak babi dari daerah lain ke wilayah NTT.

Olehnya, lanjut Geong, kemungkinan terbesar adalah menularnya penyakit itu ke NTT melalui arus masuk keluarnya manusia dari dan ke NTT baik melalui Kupang, Labuan Bajo, Maumere, Sumba dan daerah-daerah lainnya.

"Yang paling berbahaya adalah penularan penyakit ini melalui manusia. Karena itu semua komponen harus waspada terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan," pesannya.

Secara terpisah, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 2 Ende, Drh IPG Suwarjaya, mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Ende belum dijangkiti oleh penyakit berbahaya tersebut.

"Dalam dua bulan terakhir, kami belum dapat informasi tentang tertularnya penyakit H1N1 di Ende. Yang ada hanya penyakit rabies," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut. (kro)

Gejala Penyakit H1N1:

* Suhu Badan Ternak Babi Tinggi
* Bersin-Bersin dan Batuk Secara Terus-menerus
* Ternak Babi Mengalami Depresi
*  Nafsu Makan Hilang
*  Sulit Bernafas

Kiat Menghadapi Penyakit H1N1:

* Tetap tenang, jangan panik dan selalu waspada
* Cuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan babi atau            daging babi
* Gunakan masker saat merawat babi
* Jangan ke kandang babi bila sedang sakit (influenza)
* Hindari kontak dengan orang dari daerah tertular

Bagi Peternak Babi:

* Pisahkan kandang babi, kandang ayam dan rumah
* Kandang babi hanya boleh dikunjungi petugas
* Jaga kebersihan kandang babi
* Laporkan ke petugas bila ada babi yang sakit

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Polres Sikka Gantung Tiga Kasus Korupsi
  • Komunitas YSAI UPN Jogya Tanam Pohon Cemara
  • Mahasiswa HI-FISIP UPN Jogya gelar Diskusi ..
  • Dua terdakwa Pembunuh Rm Fautinus, Tunggu ..
  • APIK Pertanyakan Batas Hutan Lindung Oelbesak
  • Camat Perlu Mendapat Pembinaan
  • Son Pake Helm...
  • Warga Belo Minta Bangun Poskamling
  • Keracunan Ikan, 3 Tewas
  • APTI NTT Gelar Talk Show
  • BP Pemuda GMIT Horeb Gelar Lomba CCA
  • Cagar Alam Hutan Mutis Mulai Terancam
  • Gerson Yonathan Thonak, Jadi PNS Terlalu ..
  • Meriah, Konser Ruth Sahanaya
  • ChildFund Hijaukan Tiga Mata Air di Flores ..
  • Messi Dipuji Kawan dan Lawan
  • 13 Parpol Daftarkan Venus di KPUD Ngada
  • Kampung
  • Adoe: Kami Tidak Menembak
  • Warga Manulai II Ditikam di Jalur 40
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved