• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Nasional
Nasional
Malam ini Debat Capres Putaran Terakhir
AP Photo/Achmad Ibrahim

Tiga calon presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
Kamis, 2 Juli 2009 | 12:40 WITA

Jakarta, POS KUPANG.Com - Debat antarcalon presiden (capres) 2009 putaran ketiga atau terakhir akan diselenggarakan, di Jakarta, Kamis malam (2/7/2009) dengan tema "Negara Kesatuan RI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah".

Debat yang akan dipandu oleh moderator Pratikno ini berlangsung di Balai Sarbini mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB dan ditayangkan langsung oleh salah satu televisi swasta di Indonesia.
 
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha mengatakan debat kali ini berbeda dibandingkan dengan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Format debat antarcapres putaran terakhir ini diubah sehingga berbeda dari yang lalu.
 
Jika pada debat yang lalu sesi pendalaman visi misi setiap calon oleh moderator masuk dalam sesi kedua, maka tidak demikian pada debat yang akan diselenggarakan malam ini. Sesi kedua tersebut dihapuskan dan langsung masuk pada sesi ketiga yaitu debat antarcalon.
 
Tujuan dihilangkannya sesi kedua yang diisi dengan pertanyaan dari moderator yang kemudian dijawab oleh seluruh calon ini adalah untuk menciptakan suasana yang lebih dinamis. Dengan dihilangkannya sesi pendalaman oleh moderator tersebut maka sesi ketiga yaitu debat antarcapres menjadi lebih panjang.
 
"Dengan dihilangkannya sesi pendalaman oleh moderator tersebut maka sesi ketiga yaitu debat antarcapres menjadi lebih panjang. Diharapkan suasana menjadi lebih dinamis dan hangat," ujarnya.
 
Selama sesi debat, moderator akan melontarkan enam pertanyaan pada capres yang kemudian langsung ditanggapi oleh calon lainnya. Moderator debat juga diharapkan dapat mengatur pertanyaan kepada capres sedemikian rupa sehingga mencapai klimaks pada pertanyaan terakhir.
 
"Kita minta kepada moderator agar memberikan pertanyaan yang terus meningkat, klimaksnya pada pertanyaan terakhir," katanya.
 
Debat antarcapres ini akan menutup rangkaian debat yang diselenggarakan KPU yang bekerjasama dengan stasiun televisi swasta di Indonesia.
 
Sebelumnya debat antacapres pertama dilaksanakan pada 18 Juni dengan tema mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta menegakkan supremasi hukum dan hak asasi manusia. Setelah itu, dilaksanakan debat cawapres pertama pada 23 Juni dengan tema membangun jati diri bangsa.
 

Selanjutnya, debat antarcapres putaran kedua yang diselenggarakan pada 25 Juni denga tema mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Pada 30 Juni lalu, dilaksanakan debat antacawapres putaran kedua atau terakhir dengan tema meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.(ANTARA) 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Rakor Pemuda Olahraga di Kupang
  • Abu Jibril Tak Kenal Dulmatin atau Lainnya
  • Abu Jibril Tak Kenal Dulmatin atau Lainnya
  • Siswa Korban Perang Tanding Adonara Perlu ..
  • Puskesmas Jangan Seperti Warung Tegal
  • Tak Ada Bukti Satpam Bank NTT Bobol Dana ..
  • Listrik Padam Karena Sumbatan Pada Lubang ..
  • IKM Harus Serap Tenaga Kerja
  • Telkomsel Tetap Pasang BTS di Kapal Pelni
  • Teroris Filipina Bermain di Aceh
  • Dulmatin Pernah Mengotrak Bersama Marko di ..
  • Polri Benarkan Densus Tangkap Satu Teroris ..
  • KPK Direkomendasikan Bongkar Kasus BLBI
  • TNI Belum Temukan Kegiatan Terorisme di ..
  • Pelanggan Keluhkan Pelayanan PDAM
  • Di Kupang Harga Emas di Atas Rp 300.000
  • Istri Mantan Wakapolri Kembali Disebut
  • Wapres Boediono Berpidato Muncul Tamu Tak ..
  • Ajudan Kapoltabes Palembang Tertembak
  • Kaka Marah, Kaka Minta Maaf
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved