• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Nasional
Nasional
Pilpres Satu Putaran Terkait Momentum Pasar
Kamis, 2 Juli 2009 | 12:42 WITA

Jakarta, POS KUPANG.Com - Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti, Panangian Simanungkalit, mengungkapkan saat ini pengusaha properti tak ingin kehilangan momentum pasar yang sedang membaik.

Karena itu, katanya di Jakarta, Rabu, mereka menginginkan satu putaran selesai agar industri properti ada kepastian. 
 
"Memang pemilu presiden ini tak banyak pengaruhnya. Hanya saja, para pengusaha tak ingin kehilangan momentum pasar yang bagus. Saat ini, pasar sedang bagus. Jadi satu putaran itu lebih bagus," katanya.
 
Panangian merasa optimis perekonomian nasional mulai tumbuh dan membawa dampak positif terhadap seluruh geliat dan aktifitas ekonomi riil nasional. 
 
"Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi 4 persen pada Desember 2009. Sehingga BI Rate juga turun sekitar 6 persen. Maka kemungkinan suku bunga KPR sekitar 3 persen," ujarnya.
 
Dikatakannya, Posisi suku bunga perbankan yang akan turun menjadi 10 persen itu merupakan situasi yang sangat kondusif bagi pelaku ekonomi nasional. "Ini mendorong kebutuhan masyarakat dan terbukanya kesempatan lapangan kerja seperti sektor perumahan, infrastruktur, properti dan perhotelan, katanya.
 
Perekonomian di Asia cenderung minus dan hanya ada tiga negara di kawasan Asia yang pertumbuhannya positif. "Tiga negara yang pertumbuhannya plus adalah China, India, dan Indonesia. Sementara Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand rata-rata minus," katanya.
 
Yang jelas, lanjut Panangian, momentum yang saat ini terjadi secara nasional sesungguhnya sudah lama dinantikan sebab sangat berpengaruh terhadap performance dan kinerja bangsa serta kepercayaan dunia usaha baik lokal, nasional maupun internasional. 
 
"Yang perlu dijaga secara konsisten oleh pemerintahan saat ini adalah secara bertahap mengurangi pengaruh pengusaha asing terhadap perbankan nasional," tegasnya.
 
Menyikapi tawaran kebijakan ekonomi pro rakyat dan kemandirian ekonomi yang diusung oleh pasangan capres masing-masing Mega-Prabowo dan JK-Win, Panangiang Simanungkalit mengaku kurang bisa diterima akal sehat.
 
"Saya pikir konsep ekonomi yang ditawarkan pasangan capres Mega-Prabowo dan JK-Win lebih bernuansa spekulatif dan coba-coba. Langkah spekulatif dan coba-coba inilah yang sangat sulit diterima akal sehat pengusaha," ujar Panangian lagi
 
Tanpa bermaksud meragukan kemampuan ketiga pasang capres, dia mengatakan terlalu beresiko bagi siapapun pengusaha untuk melakukan perubahan secara mendadak. "Karena itu, kalangan pengusaha hingga kini masih lebih menerima `ekonomi jalan tengah` yang ditawarkan pasangan capres SBY-Boediono," tutur Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat. 
 

Dia juga sangat berharap dan percaya pasangan capres SBY-Boediono jika menang dalam pilpres 8 Juli mendatang akan mendudukan para profesional di kabinetnya. "Setidaknya hal tersebut terbaca dari cara-cara SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dalam membangun koalisinya dan mengambil keputusan atas cawapresnya," pungkasnya.(ANTARA) 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • 45 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri ..
  • Mesin Rental Atasi Listrik Jelang Jumat ..
  • Obama Tunda Kunjungan ke Indonesia
  • Prioritas KB Untuk Klinik Swasta dan ..
  • Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
  • Mulus Lebihi Syarat Jumlah Kursi DPRD
  • Paket PDIP Manggarai Belum Aman
  • Manggana-Praing Resmi Mendaftar di KPU
  • Rokok Haram, Ribuan Petani Tembakau Kolaps
  • Lamahala-Horowura Kakak-Adik
  • Menyingkap Kasus Judi di Belu (1)
  • SBY Diminta Lebih Aktif Berantas Teroris
  • Polisi Bersenjata Kawal Mangan Ilegal
  • 39 Kios di Pasar Oesao Terbakar
  • Ada Ulama Restui Aksi Teroris
  • Para Atheis Kumpul Bahas Islam dan Terorisme
  • Erni Manuk dan Bambang Dituntut 20 Tahun ..
  • Jaksa Tolak Tangguhkan Penahanan Tersangka
  • Lima Kamar Kos di Kayu Putih Terbakar
  • PDI-P Kehilangan Roh sebagai Partai Rakyat
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved