• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Internasional
Internasional
Israel Gunakan Perisai Manusia
AFP

Pasukan Israel
Kamis, 2 Juli 2009 | 12:49 WITA

Jerusalem, POS KUPANG.Com - Amnesty International, Kamis (2/7/2009), menuduh pasukan Israel telah melakukan kejahatan perang.

Israel telah menggunakan anak-anak sebagai perisai manusia pada waktu serangan mereka di Jalur Gaza.
 
Kelompok hak asasi manusia yang bermarkas di London itu juga menuduh HAMAS melakukan kejahatan perang, tapi mereka tidak menemukan bukti bahwa penguasa Islam di Jalur Gaza itu menggunakan warga sipil sebagai perisai menusia dalam serangan 22 hari Israel yang dilancarkan 28 Desember, demikian dikutip dari AFP.
 
Amnesty juga mengulangi seruannya akan embargo senjata internasional terhadap Israel.
 
"Banyak dari penghancuran adalah tanpa alasan dan diakibatkan oleh serangan langsung terhadap obyek warga sipil," kata Amnesty dalam satu penelitian.
 
Tentara Israel telah memaksa sejumlah warga Palestina untuk tinggal dalam satu ruangan rumah mereka sementara mengarahkan sisa rumah itu ke sebuah markas dan posisi penembak, "secara efektif menggunakan keluarga itu, orang dewasa dan anak-anak, sebagai perisai manusia dan menempatkan mereka pada risiko", kata kelompok tersebut.
 
"Menggunakan dengan sengaja warga sipil untuk melindungi tujuan militer, yang sering dirujuk sebagai penggunaan `perisai manusia`, adalah kejahatan perang," kata Amnesty.
 
Amnesty mengatakan tidak dapat mendukung pernyataan Israel bahwa HAMAS telah menggunakan perisai manusia. Organisasi itu mengatakan mereka tidak menemukan bukti pejuang Palestina mengatur warga sipil untuk melindungi tujuan militer dari serangan, memaksa mereka untuk tinggal di dalam bangunan yang digunakan oleh gerilyawan, atau mencegah mereka meninggalkan bangunan yang mereka kuasai.
 
Namun, laporan itu menunjuk bahwa HAMAS dan kelompok bersenjata lain telah menembakkan ratusan roket ke Israel selatan. "Serangan tak sah seperti itu merupakan kejahatan perang yang tak dapat diterima," kata Donatella Rovera, yang memimpin misi Amnesty ke jalur Gaza dan Israel selatan.
 
Lebih dari 1.400 warga Palestina dan 13 warga Israel tewas dalam serangan Israel yang dlancarkan untuk membalas serangan roket dari gerilyawan Palestina.
 
Amnesty mengatakan 300 anak termasuk di antara mereka yang tewas.
 
"Ratusan warga sipil tewas dalam serangan yang dilakukan dengan menggunakan senjata berketepatan-tinggi, bom dan rudal yang dilepaskan di udara, dan tembakan tank."
 
"Korban lain, termasuk wanita dan anak-anak, ditembak dari jarak dekat ketika tidak ada ancaman terhadap tentara Israel," kata laporan itu.
 
"Kebanyakan dari kasus-kasus yang diselidiki oleh Amnesty International, penembakan jarak dekat yang melibatkan orang-orang, termasuk anak-anak dan perempuan, yang ditembak saat mereka melarikan diri dari rumah mereka untuk mencari perlindungan."
 
"Yang lain sedang melakukan kegiatan sehari-hari mereka. Bukti mengindikasikan bahwa tidak ada orang yang layak dirasakan sebagai ancaman terhadap tentara yang menembak mereka dan bahwa tidak ada perang yang berlangsung di sekitar mereka ketika mereka ditembak," kata laporan itu, yang menambahkan bahwa "pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil yang tak bersenjata adalah kejahatan perang".
 
Laporan itu mengatakan penggunaan tembakan fosfor putih juga merupakan pelangggaran nyata atas hukum internasional.
 
Fosfor putih bukannya tidak sah jika digunakan sebagai tabir asap di tempat terbuka "tapi zat itu tidak boleh digunakan di wilayah berpenduduk padat seperti yang digunakan di sini", kata Rovera kepada AFP, yang menambahkan bahwa timnya telah melihat sejumlah warga Palestina dengan "luka bakar yang mengerikan" akibat tembakan fosfor putih.
 
Amnesty juga mengatakan bantahan awal oleh Israel bahwa mereka telah menggunakan fosfor putih telah menimbulkan kematian-kematian lebih lanjut. 
 
"Orang-orang dapat diselamatkan jika militer Israel mengaku telah menggunakan fosfor putih ketimbang mereka terus membantahnya," kata Rovero.
 
Kelompok HAM itu juga mengkritik penggunaan rentetan "flechette" -- tembakan artileri yang meledak untuk memancarkan ratusana anak panah baja.
 
Senjata itu dirancang untuk digunakan dalam pertempuran terbuka tapi telah digunakan oleh Israel di tempat-tempat yang baru dibangun, pelanggaran nyata atas aturan perang internasional, kata Chris Cobb-Smith, pakar artileri yang dilibatkan oleh Amnesty.
 
Dengan pameran barisan senjata berteknologi tinggi yang mempesona, katanya, Israel pasti mampu membedakan antara sasaran sipil dan militer.
 
Ketika ditanya apakah Israel dengan sengaja menargetkan warga sipil tak bersenjata, ia mengatakan "sangat sulit untuk tiba pada kesimpulan lain".
 
Militer Irsael tidak menanggapi dengan segera permintaan komentar mengenai laporan itu. (ANTARA)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

He he he.... Sudah ratusan atau bahkan ribuan kali Israel dikutuk,dikecam karena melanggar HAM, karena kejahatan perangnya. tapi apa Israel mau dengar itu kutukkan ataupun kecaman bahkan bila datangnya kutukkan atau kecaman itu dari malaikat sekalipun..!!! Dunia dan umatnya hanya bisa berharap dan berdoa kepada Tuhan, semoga hati bangsa Israel dibukakan untuk mau menghargai sesama umat manusia dan mau hidup berdampingan dengan bangsa Palestina, amiin..

Posted by: Jajang Sutrisno | Kamis, 2 Juli 2009 | 14:56 WITA

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Polres Sikka Gantung Tiga Kasus Korupsi
  • Komunitas YSAI UPN Jogya Tanam Pohon Cemara
  • Mahasiswa HI-FISIP UPN Jogya gelar Diskusi ..
  • Dua terdakwa Pembunuh Rm Fautinus, Tunggu ..
  • APIK Pertanyakan Batas Hutan Lindung Oelbesak
  • Camat Perlu Mendapat Pembinaan
  • Son Pake Helm...
  • Warga Belo Minta Bangun Poskamling
  • Keracunan Ikan, 3 Tewas
  • APTI NTT Gelar Talk Show
  • BP Pemuda GMIT Horeb Gelar Lomba CCA
  • Cagar Alam Hutan Mutis Mulai Terancam
  • Gerson Yonathan Thonak, Jadi PNS Terlalu ..
  • Meriah, Konser Ruth Sahanaya
  • ChildFund Hijaukan Tiga Mata Air di Flores ..
  • Messi Dipuji Kawan dan Lawan
  • 13 Parpol Daftarkan Venus di KPUD Ngada
  • Kampung
  • Adoe: Kami Tidak Menembak
  • Warga Manulai II Ditikam di Jalur 40
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved