• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Internasional
Internasional
Iran Masih Tahan Karyawan Kedutaan Inggris
Kamis, 2 Juli 2009 | 13:04 WITA

Teheran, POS KUPANG.Com - Iran masih menahan satu karyawan setempat dari kedutaan besar Inggris dengan tuduhan berperan dalam kekerasan pasca-pemilihan umum, kata Press TV kelolaan negara pada Rabu.

Iran pada pekan lalu menangkap sembilan pegawai setempat kedutaan besar itu, menuduh mereka mengobarkan kerusuhan dalam keresahan atas keterpilih-kembalian bermasalah Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
 
Tapi, Press TV --yang berbahasa Inggris-- menyatakan tinggal satu yang ditahan sesudah tiga lagi dibebaskan, tanpa menyebut waktu pembebasan tersebut.
 
Jurubicara kementrian luar negeri Hassan Ghashghavi pada Senin menyatakan lima orang sudah dibebaskan.
 
Inggris menuntut pembebasan segera karyawan itu, menyatakan tidak berdasar tuduhan bahwa mereka terlibat dalam kerusuhan.
 
Inggris pada Senin memastikan lima dari sembilan petugas Kedutaan Besarnya di Iran, yang ditangkap di Teheran, dilepaskan, tapi menyatakan kelanjutan penahanan empat sisanya tak "dapat diterima dan tak dapat dibenarkan".
 
"Masih empat karyawan setempat Kedutaan Besar Inggris, yang ditahan pemerintah Iran," kata juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.
 
"Kami secara mendalam prihatin atas penangkapan mereka dan kelanjutan penahanan mereka. Penangkapan itu betul-betul tak dapat diterima dan tak dapat dibenarkan," katanya.
 
Yang berwenang Iran menangkap kesembilan karyawan setempat itu atas dugaan bahwa mereka berperan dalam memicu kerusuhan menyusul pemilihan presiden, yang bermasalah.
 
Iran, yang sudah mengumumkan pembebasan kelima orang itu, menuding Inggris sebagai pelaku utama kejahatan dalam yang Teheran nilai sebagai campur tangan negara asing pada urusan dalam negerinya sesudah pemilihan umum tersebut.
 
Tuduhan tersebut ditolak Inggris.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hassan Qashqavi menyatakan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband dan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki telah berbicara melalui telepon pada Minggu malam.
 
Media Iran pada Minggu menyatakan beberapa karyawan setempat kedutaan Inggris ditahan atas tuduhan terlibat dalam unjukrasa jalanan, yang mengguncang Iran, setelah terjadi sengketa pemilihan presiden pada 12 Juni.
 

"Dari sembilan orang itu, lima di antara mereka telah dibebaskan dan sisanya masih diperiksa," kata Qashqavi dalam temu pers, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Press TV. (ANTARA/AFP) 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Meriah, Konser Ruth Sahanaya
  • Ribuan Pendukung Sambut Johny Odjan-Ludin ..
  • Tak Ada Merger ke Daerah Induk
  • Paket PDIP Manggarai Belum Aman
  • Unflor dan Unipa Kupas Pariwisata Flores
  • Murah, Bawang Bombai di Kapan
  • Memprihatinkan, Jalan Menuju Mutis
  • Target Obama Bangun Pangkalan Militer
  • Icon+ Harus Penuhi Janji
  • Densus Intai Rumah Maruto
  • BLT Masih Dibutuhkan
  • Koperasi Sehat Bisa Masuk BEI
  • Sapi NTT Lebih Murah
  • Ganteng tapi Loyo
  • Persib ke Posisi 4 Besar
  • Persinggahan Bocah Indigo
  • Elegi Tambang
  • Ferrari Berjaya di GP Bahrain
  • Anak Terlantar Indonesia Capai 5,4 Juta
  • Ngurah Rai Akan Ditutup Satu Jam untuk Obama
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved