• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Nasional
Nasional
Indonesia Perlu Pemimpin Bebas Ikatan Masa Lalu
Kamis, 2 Juli 2009 | 15:23 WITA

Tokyo, POS KUPANG.Com - Pengamat masalah Asia Universitas Hitotsubashi, Jepang menilai Indonesia memerlukan pemimpin yang terbebas dari "ikatan" masa lalu, guna membangun kematangan demokrasi yang lebih baik dalam membangun masa depan Indonesia sebagai negara maju dan makmur.

Demikian disampaikan pengajar pada Asian Public Policy Program di School of International and Public policy, Hitotsubashi University, Profesor Shinji Asanuma kepada Antara di Tokyo, Kamis (2/7/2009).
 
Asanuma mengemukakan hal itu berkaitan dengan persiapan pemilu presiden di Indonesia yang akan berlangsung pada 8 Juli.
 
"Pemilu kali ini merupakan dasar untuk menunjukkan kepemimpinan yang lebih kuat yang memang sangat dibutuhkan di masa depan. Pemimpin yang diperlukan adalah yang bukan terikat sejarah masa lalu," kata Asanuma yang memiliki kelompok diskusi dengan sejumlah pakar di Indonesia itu.
 
Pemilu presiden Indonesia yang akan berlangsung pekan depan itu menjadi perhatian serius Jepang baik dari kalangan pejabat, pebisnis dan akademisi. Hal itu tidaklah mengherankan mengingat kedua negara memiliki ketergantungan ekonomi yang amat kuat.
 
Indonesia di mata Jepang memiliki posisi yang amat strategis di Asia Tenggara dan sangat mengharapkan Indonesia bisa kembali menjadi pemimpin di kawasan tersebut, mengingat potensinya yang luar biasa dalam mempengaruhi negara-negara di sekitarnya.
 
"Kini saatnya Indonesia melihat serius masa depannya. Apalagi perkembangan demokrasi Indonesia saat ini sangat mengesankan bagi kalangan luar negeri, sehingga perlu dipertahankan," katanya.
 
Menyinggung sejumlah isu ekonomi yang yang diusung para kandidat presiden dan wakil presiden yang dapat mengesankan perubahan kebijakan ekonomi yang drastis, Asanuma enggan berkomentar banyak, namun dengan diplomatis ia mengatakan situasi di Indonesia sedang mengalami transisi yang membutuhkan perbaikan-perbaikan.
 
Asanuma bahkan lebih banyak menekankan performa tim ekonomi di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilainya baik, karena mampu memperkecil dampak yang diakibatkan dari krisis ekonomi global yang kini meluluhlantakan ekonomi negara-negara maju.
 
Mengenai isu-isu yang menamakan ekonomi kerakyatan yang diusung sejumlah capres dan cawapres, mantan Country Director World bank untuk wilayah Asia Tenggara itu mengatakan bahwa konsep yang diajukan itu masih sebatas retorika semata.
 
"Situasi ekonomi dan politik Indonesia sendiri selama proses pemilu cukup baik, karena masih mengalami pertumbuhan ekonomi, dan pada masa-masa kampanye juga tidak terjadi anarki," kata anggota Dewan Kebijakan ODA (Official Development Assistance - program bantuan pembangunan dari pemerintah Jepang).
 
Ketika ditanya mengenai para capres yang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi presiden, Asanuma tidak mau menyebutkan nama, namun dengan cepat memberikan kriteria.
 
"Pemerintahan yang sekarang memiliki catatan perfoma yang baik. Mampu menjaga kesatuan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Pilpres mendatang semoga berjalan lancar," katanya. (ANTARA)
 

 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Enam Pelabuhan PT Pelindo III Masih Merugi
  • Klub Peserta ISL Dapat Jatah Mobil
  • 52,50 Persen Guru di Bali Belum S1
  • Keluarga Minta Polda NTT Lidik Kematian ..
  • Gempa 7,0 SR Guncang Maluku Utara
  • Pupuk Kandang Mengandung H5N1
  • Pendidik di Maurole Digaji Rp 40 Ribu
  • 45 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri ..
  • Mesin Rental Atasi Listrik Jelang Jumat ..
  • Obama Tunda Kunjungan ke Indonesia
  • Prioritas KB Untuk Klinik Swasta dan ..
  • Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
  • Mulus Lebihi Syarat Jumlah Kursi DPRD
  • Paket PDIP Manggarai Belum Aman
  • Manggana-Praing Resmi Mendaftar di KPU
  • Rokok Haram, Ribuan Petani Tembakau Kolaps
  • Lamahala-Horowura Kakak-Adik
  • Menyingkap Kasus Judi di Belu (1)
  • SBY Diminta Lebih Aktif Berantas Teroris
  • Polisi Bersenjata Kawal Mangan Ilegal
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved