• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Polkam
Polkam
Tjahjo Kumolo menilai KPU Angkuh
Kamis, 2 Juli 2009 | 16:01 WITA

Jakarta (ANTARA News) - Berdasarkan hasil Rapat Kerja DPR RI dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (1/7/2009), Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI Tjahjo Kumolo menilai KPU sangat angkuh.

"Saya menilai, sikapnya sudah tidak menghargai rakyat, lembaga mitra, juga DPR RI, dan semakin arogan," tandasnya di Jakarta, Kamis (2/7/2009).
 
Tjahjo menunjuk ketidakpedulian KPU atas sorotan masyarakat mengenai sejumlah indikasi tindak pidana pemilu, seperti pejabat BUMN menjadi Tim Sukses Capres, hingga masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tak kunjung selesai.
 
Para anggota KPU itu, katanya, sepertinya tidak merasa bersalah dan selalu saja bertopeng di balik peraturan.
 
"Apakah mereka sudah tidak sadar berperilaku, atau memang sudah menjadi bagian konspirasi kepentingan tertentu," tanya pimpinan Tim Sukses Megawati-Prabowo ini.
 
Anggota Komisi I DPR RI itu kemudian menunjuk upaya sistematik mencurangi pemilu, baik itu dilakukan secara sadar atau tidak langsung.
 
"Misalnya, adanya temuan 49 juta pemilih yang tidak masuk DPT. Bagi kami, ini jelas terindikasi kerja sistematik untuk memenangkan SBY. Yakni, dengan cara tidak mendaftar mereka yang diduga pendukung Capres-Cawapres lain, apakah itu JK-Wiranto maupun Mega-Prabowo," ungkapnya.
 
Tjahjo Kumolo kemudian menunjuk kasus spanduk sosialisasi pilpres oleh KPU yang dinilai telah mengarahkan warga mencontreng capres tertentu.
 

"Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan aparatnya harus serius mengusut ini. Begitu pula aparat penegak hukum pendukung Pemilu bersih dan demokratis mesti tidak menganggap ini sebuah kecelakaan akibat ketidaksengajaan," tegasnya. (ANTARA) 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • TransNusa Tawarkan Paket 3 In 1
  • Program BLT Dihentikan Sementara
  • Bawa Mereka Keluar...
  • Puskopdit Swadaya Utama, Terbesar Ketiga di ..
  • Ratusan Korban Tewas Gempa Tercatat Sebagai ..
  • 2010, Pemerintah Targetkan 30.000 Unit ..
  • 17 Wanita Korban Trafficking Akan Dipulangkan
  • Sehari Dua Nasabah BCA Dirampok
  • SBY Minta Hasil Kunjungan ke LN ..
  • ICW Latih Masyarakat Sumba
  • Habibie: Daya Saing Ditentukan Teknologi
  • 135 Karyawan PT SGS Keracunan Makanan
  • Nenek Renta Itu Berubah Jadi Kodok
  • Juwita Bahar Kabur
  • Polisi Tembak Mati Teroris Langkahi Hakim
  • Kelompok Nusa Hijau Sulit Pasarkan Kompos
  • Kayu Putih Fokus Pembangunan Fisik
  • Naikolan Butuh Puskesmas Rawat Inap
  • Mahasiswa Pembuat Rusuh di Oesapa Dipecat
  • ICW Latih Masyarakat Sumba Riset Aksi ..
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved