/ Home / Kupang News / Nasional /
ANTARA
Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
Dok Pos Kupang
Habibie
Kamis, 2 Juli 2009 | 18:44 WIB
"Bapak kurang ajar," demikian hardikan Habibie kala itu kepada Presiden Soeharto yang menjadi atasannya selama puluhan tahun, seperti dituturkan Marzuki, Kamis (2/7/2009)
 
Pada bagian II buku tersebut, Marzuki Darusman menulis sisi lain di balik suksesi 1998 dari Presiden Soeharto kepada wakilnya, BJ Habibie.
 
Disebutkan, Soeharto nekat melanjutkan pemerintahannya dan menilai wakilnya (Habibie) tidak bisa mengatasi krisis ekonomi dan politik yang sedang melanda Indonesia saat itu.
 
"Kalau saya berhenti sekarang, apa wakil saya itu bisa," demikian penuturan Presiden Soeharto kepada sejumlah tokoh nasional yang dipimpin Nurcholis Majid saat menemui salah satu orang terkuat Asia itu di Jalan Cendana.
 
Penilaian miring Soeharto itu akhirnya didengar Habibie. Dan setelah diberitahukan oleh Tanri Abeng, Habibie marah dan langsung menemui Soeharto di Cendana hingga kata "kurang ajar" keluar dari mulutnya.
 
Buku yang diterbitkan Dian Rakyat dan diluncurkan, Kamis, di Istora Senayan, Jakata itu memang mengungkap sisi lain dibalik suksesi kepemimpinan nasional pada 1998.
 
Marzuki mengatakan buku yang ditulisnya tersebut bersifat fiksi, namun bisa juga dinilai realita karena diangkat dari fakta sejarah yang tidak semua orang mengetahuinya.
 
"Hal yang ingin diangkat dalam buku ini adalah pesan moral bahwa semua manusia memiliki derajat yang sama. Presiden adalah manusia, Menteri juga manusia. Semua manusia punya kekurangan. Dalam kekurangan itu kita dituntut saling menghargai, bukan untuk saling menghujat," kata Menteri Kehutanan era Abdurahman "Gus Dur" Wahid ini.
 
Hadir dalam acara peluncuran buku Marzuki Usman, dua mantan Menteri di era kepemimpinan Presiden BJ Habibie yaitu Malik Fadjar dan Tanri Abeng.
 
Malik Fadjar yang mantan Menteri Agama saat itu mengakui rumahnya pernah digunakan untuk rapat 14 orang menteri yang mengundurkan diri dari kabinet Soeharto.
 
Ia mengungkapkan, pengunduran diri Soeharto bukan semata lantaran mundurnya 14 Kabinet Pembangunan VII, namun karena banyak aspek terutama tekanan politik dan ekonomi yang semakin mempersulit kondisi negara.
 
Sedangkan Tanri Abeng mengaku mendengar langsung ucapan Presiden Soeharto yang kurang mempercayai kemampuan Habibie dalam memimpin negara.
 

"Saya dengar sendiri kesan Pak Harto terhadap Pak Habibie," kata Abeng. (ANTARA) 

Dibaca 11705 kali  |  Dikomentari 3 kali
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Hahahahah pinter juga yah alm. Soeharto, dan ternyata dia bener loh satu pulau dilepaskan dan banyak lagi hal2 dia yang ngga becus walaupun katanya jebolan Jerman cum laude, mana pesawat aja gagal maning gagal maning mending bikin sepeda motor aja pak habibie. Lebih mudah tapi banyak yang beli, jadi bapak ngga usah pikir susah2 balik modal dijamin pak daripada hilang pulau

Komentar Oleh: weby | Senin, 6 Juli 2009 | 08:09 WIB

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Bayi Dimutilasi
Galeri POS KUPANG
Bayi Dimutilasi
more on galeri foto
Jumat, 3 September 2010 | 00:36 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 23:27 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 21:50 WIB
Rabu, 1 September 2010 | 21:27 WIB
Rabu, 1 September 2010 | 19:16 WIB