• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / REGIONAL NTT / Flobamorata
Flobamorata
Abrasi Ancam SDN Watubara di Ende
ROMUALDUS PIUS

Kepala SDN Watubara, Pua menunjukan halaman sekolah yang tekena abrasi laut. Gambar diambil, Sabtu (31/10/2009).
Senin, 2 November 2009 | 08:24 WITA

ENDE, POS-KUPANG.COM--Abrasi yang terjadi setiap tahun di Desa Mukusaki, Kecamatan Weweria, Kabupaten Ende, kini mengancam keberadaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Watubara di desa tersebut.

Air laut kini menggerus hingga ke depan SDN Watubara sehingga halaman sekolah dipenuhi endapan lumpur laut, dan pada waktu air laut pasang halaman sekolah dipenuh air laut.

Kepala SDN Watubara, Pua AMAPD, ditemui Pos Kupang di SDN Watubara, Sabtu (31/10/2009) mengatakan, akibat abrasi   sejumlah aktivitas keterampilan siswa tidak bisa dilaksanakan  sempurna karena lapangan yang biasanya digunakan untuk kegiatan olahraga atau kegiataan kesiswaan lainnya kerap  digenangi air laut dan lumpur.

"Pada waktu tertentu ketika air laut pasang halaman sekolah digenangi air. Kami terpaksa tidak bisa apel pagi pada hari Senin. Juga para siswa tidak bisa beraktivitas di lapangan karena selain air laut naik juga ada lumpur,"kata Pua.

Menurut dia, tergenangnya air dan endapan lumpur pada halaman sekolah secara langsung mematikan kreativitas siswa di SDN Watubara karena satu-satunya lapangan yang ada di tempat itu hanya di halaman SDN Watubara.

Untuk mengurangi dampak abrasi, kata Pua, para siswa pernah mencoba membangun penahan ombak dari batu dan karung berisikan tanah. Namun hal tersebut tidak menolong dari hempasan gelombang karena ombak dengan mudah menghempas penahan yang dibuat siswa. Akibatnya halaman sekolah kembali digenangi air dan lumpur seperti waktu sebelumnya.

Tentang dampak abrasi terhadap kegiatan belajar mengajar di SDN Watubara, Pua mengatakan, hal itu tidak  berpengaruh langsung karena ruangan kelas masih jauh dari bibir pantai. Namun jika tidak ditangani segera, bukan tidak mungkin akan mengancam bangunan sekolah tersebut.

"Saat ini baru halaman sekolah yang digenangi air laut dan lumpur namun jika tidak ditanggulangi maka akan mengancam fisik bangunan sekolah,"kata Pua.
Ia berharap pemerintah membangun tanggul penahan gelombang di depan halaman sekolah agar gelombang laut tidak sampai menggenangi halaman sekolah ataupun mengancam keberadaan SDN Watubara.

Disaksikan Pos Kupang, keberadaan SDN Watubara persis di bibir pantai laut Flores sehingga rentan hempasan gelombang pasang dan sering menggenangi halaman sekolah. Jika air surut akan meninggalkan lumpur.

Terhadap persoalan ini, anggota DPRD Ende, Armin Wuni Wasa, saat berdialog dengan masyarakat di Gereja Mukusaki, Sabtu (31/10/2009) berharap dinas teknis segera menangani kasus abrasi di SDN Watubara, Desa Mukusaki, Weweria.

"Perlu penanangan segera agar abrasi yang terjadi di SDN Watubara tidak meluas ke lokasi lain. Langkah yang harus dilakukan adalah dengan membangun tembok penyokong," kata Armin. (rom)

 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Karyawan PT Suara Sejati Berunjuk Rasa
  • DPDR Sikka Rencana Bentuk Pansus Pengandaan ..
  • DPRD Manggarai Ke Lokasi Tambang
  • Handicap Advokasi Program Kecacatan
  • Kupang Tanpa Tempat Bermain Anak
  • Kinerja Petugas PDAM Dikeluhkan
  • 70 Kereta Belum Dibagi Kepada Pedagang
  • 58 PNS Belum Pindah ke Sabu
  • Panitia Pengadaan Cincin Anggota DPRD Kota ..
  • Manusia Draculas
  • Pemadaman Listrik Hingga Bulan Juni
  • 214 Mahasiswa Unipa Maumere ke Desa
  • Embung Naituta Tidak Berfungsi
  • Kadis PPO Perlu Perhatikan Fasilitas Sekolah
  • Kapolda Didesak Tahan Anggota Polsek Nunpene
  • Bukti Transfer Uang Suap Diserahkan ke ..
  • Pasar Oesao Terbakar
  • Mahasiswa Demo Kejari Ende
  • Ancam Hakim PN Maumere, Warga Geliting Masuk ..
  • DPR Minta Penyidik Segera Ungkap Pembunuh ..
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved