Pantuan Pos Kupang, Jumat (6/11/2009), gedung Polindes ukuran sekitar 8 x 8 meter persegi itu masih baik. Karena sudah lama tidak dipergunakan, fisik bangunan terlihat kumuh. Rumput liar tumbuh subur merambat di sekitar bangunan.
Kepala Desa (Kades) Rapowawo, Alfonsius Ao, Jumat (6/11/2009), mengatakan, Polindes itu mubazir karena tidak ada petugas medis.
"Sejak 2007 tidak ada bidan desa sehingga praktis Polindes Rapowawo tidak bisa dimanfaatkan," kata Alfonsius.
Polindes itu, katanya, dibangun pada tahun 2004 dengan dana Progam Pembangunan Kecamatan (PPK). Saat selesai dibangun Polindes itu dimanfaatkan karena ada petugas medisnya. Namun sejak 2007 operasional Polindes terhenti karena tidak ada tenaga medis yang datang ke Polindes itu. "Bidan desa pernah ada tapi telah lulus PNS dan tidak lagi bertugas di Polindes Rapowawo. Kami tidak ada lagi bidan desa," kata Alfonsius.
Dia mengaku pernah menyampaikan hal itu kepada Camat Nangapanda agar bisa dicari solusi sehingga polindes yang ada di Desa Rapowawo bisa dimanfaatkan. "Saya belum menyampaikan langsung ke Dinas Kesehatan Ende namun dalam rapat koordinasi di tingkat kecamatan saya sudah sampaikan," kata Alfonsius.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Ende, dr. Agustinus Ngasu, M.Kes mengatakan, masih banyak desa di Ende yang tidak memiliki bidan desa di polindes. Hal tersebut diharapkan dapat teratasi tahun ini menyusul akan ditempatkanya tenaga medis yang lulus PNS.(rom)