• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / EDITORIAL / Beranda Kita
Beranda Kita
Cuti SMS
Oleh Dion DB Putra
Dok Pos Kupang

Dion DB Putra
Artikel Terkait:
  • CPNS
  • Tukang
  • Bendahara
  • ATM
Senin, 1 Februari 2010 | 09:23 WITA

ANAK SoE kena batunya saat hari raya Natal 2009 yang lalu. Gara-gara urusan di Kupang yang tidak bisa dia tinggalkan, Anak SoE tidak sempat bersilaturahmi dengan orangtua angkatnya di SoE, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Padahal dia mendapat hak libur Natal selama empat hari.

"Saya akhirnya memilih kirim ucapan Natal via SMS saja kepada orangtua angkat yang membesarkan dan menyekolahkan saya sampai sarjana. SMS itu malah jadi bumerang. Bapa dan Mama angkat tidak kasi muka. Telepon dan SMS tidak dijawab. Belakangan baru saya tahu mereka marah besar karena waktu Natal, saya tidak ke sana bersama istri dan anak," kata Anak SoE.

Akhir pekan lalu Anak SoE terpaksa mengajukan cuti selama tiga hari. Cuti SMS! Cuti khusus untuk mohon maaf kepada Bapa dan Mama angkat gara-gara SMS. Dia boyong istri dan anak. Mereka bertiga naik sepeda motor menuju kota dingin SoE.
"Selama sepuluh tahun jadi pegawai, baru kali ini saya cuti karena SMS. Sekarang perasaan sudah lega. Bapa dan Mama memaafkan saya dengan catatan tidak boleh mengulang hal yang sama. Natal wajib datang, bukan datang via SMS," kata temanku Anak SoE itu semalam. Dia yatim piatu sejak usia 6 tahun. Dia dan dua adiknya dibesarkan adik ayahnya (bapak kecil) sampai dewasa.

Beta  terkesima mendengar kisah ini. Terdengar sepele tetapi memendam nilai hakiki yang terlupakan. Betapa tatap muka tak tergantikan dalam menjalin silaturahmi. Tanpa kita sadari  Short Message Service (SMS) melahirkan kultur baru yang serba instan. Menggampangkan segala hal. Apa-apa tinggal pencet ujung jempol di handphone (HP). Beres! Dan, orang merasa nyaman dengan itu.

Penasaran, beta coba bertanya pada ahlinya. "Kira-kira  orang sadar nggak ya, efektivitas komunikasi dengan bertemu muka mencapai 100 persen, sementara dengan SMS hanya 7 persen dan dengan telepon hanya 48 persen?" kata seorang teman asal Bogor, Jawa Barat yang baru merampungkan studi S3 komunikasi.  Dia menjelaskan hasil survai terkini tentang efektivitas komunikasi via SMS dan telepon.

 "Komunikasi yang paling efektif tetaplah lewat tatap muka. Tatap muka memungkinkan pesan tersampaikan dengan jelas, tidak bias. Kalau orang lebih suka ber-SMS ketimbang bertemu (karena malas  dan mahal transportnya), komunikasi makin kurang efektif, sering terjadi miskomunikasi, salah paham. Itulah akar terjadinya friksi, konflik atau perpecahan,"  tambah sang kawan.

Tuan dan puan mungkin sepakat dengan pandangan itu. Komunikasi via SMS kerapkali melahirkan miskomunikasi. Boleh jadi tuan berkehendak baik dengan SMS,  tetapi hasilnya belum tentu baik. Bisa bertolak belakang dengan harapan. Sepasang kekasih bisa bubar gara-gara SMS. Istri mencakar suami gara-gara SMS. Atasan dan bawahan bisa tarik ular leher karena SMS. Begitulah paradoks teknologi. Memanjakan hidup sekaligus menjadi bumerang.

***
MINGGU lalu beta dapat "makna baru" tentang SMS dari Kolonel (Inf) Dody Hargo, Danrem 161/Wira Sakti, Kupang. Menurut Kolonel Dody, SMS = Senang Melihat orang Susah atau Susah Melihat orang Senang. Kok bisa? Rasanya benar "pengertian SMS" seperti dikatakan Kolonel Dody. Dalam keseharian,  kita menemukan fakta semacam itu. Ada orang atau sekelompok orang yang senang melihat orang lain susah. Juga susah melihat orang lain senang atau bersukaria.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2010, sebagian warga Kota Kupang berlomba- lomba main petasan kembang api dengan bunyi memekakkan teliga. Ada yang sengaja melemparkan petasan ke tengah jalan umum yang sedang ramai dengan arus lalu lintas. Melihat pengendara sepeda motor terkejut mendengar bunyi petasan bahkan nyaris  jatuh mencium aspal, mereka tertawa girang. Berjingkrak-jingkrak.
Mereka sungguh menikmati kesusahan yang sedang melanda orang lain akibat perbuatannya.  Masih banyak contoh yang terjadi di beranda Flobamora. Tuan dan puan tentu punya pengalaman berbeda.

Jika di masa lalu orang menggunakan surat kaleng untuk menghujat atau memaki sesama yang dibenci, cara tersebut  kini bergeser via SMS. Pesan pendek dari HP  memudahkan orang untuk menghujat atau memaki-maki. Lewat SMS mengajak orang lain bertindak anarkis. Cukup sering menggunakan simbol agama, suku atau golongam demi mengadu-domba masyarakat.

Dengan nomor perdana murah meriah serta  mudah diperoleh di banyak tempat, orang menggunakan SMS alias pesan pendek  untuk menyerang atau mengancam orang lain. Teknologi HP ikut membentuk karakter manusia  tidak bertanggung jawab. Mempraktikkan cara kerja lempar batu sembunyi tangan.

Di musim pilkada atau pemilu selalu  ada anggota tim sukses yang punya tugas khusus, yakni mengirim SMS menghujat lawan tanding atau propaganda tentang kehebatan calon tertentu. Isi pesan pendek diramu sedemikian rupa agar meyakinkan si penerima pesan. Isinya bermacam-macam. Jika tidak jeli, tuan dan puan bakal meyakini bahwa pesan itu benar.

Kasus yang sangat umum di tengah masyarakat  adalah SMS untuk tujuan menipu. Tidak sedikit orang yang sampai hari-hari ini  tertipu melalui SMS. Lazimnya SMS beriming-iming hadiah yang menggiurkan. Tekanan ekonomi yang berat dapat menjerumuskan seseorang untuk mempercayai SMS dari sumber yang tidak jelas. Biasanya mereka baru sadar setelah tertipu.

Demikianlah tuan dan puan. Kemajuan teknologi selalu berwajah ganda. Positif- negatif! Kita ambil sisi positifnya saja. Pakailah SMS untuk tujuan mulia, misalnya menyampaikan aspirasi lewat media massa atau menggelontorkan pesan-pesan yang sejuk meneguhkan. Kemajuan teknologi mesti semakin memanusiakan manusia, bukan sebaliknya. (dionbata@yahoo.com)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Tunggal Putri Habis di All England
  • AS Roma Kalahkan Naikoten Putra
  • Rakor Pemuda Olahraga di Kupang
  • Abu Jibril Tak Kenal Dulmatin atau Lainnya
  • Abu Jibril Tak Kenal Dulmatin atau Lainnya
  • Siswa Korban Perang Tanding Adonara Perlu ..
  • Puskesmas Jangan Seperti Warung Tegal
  • Tak Ada Bukti Satpam Bank NTT Bobol Dana ..
  • Listrik Padam Karena Sumbatan Pada Lubang ..
  • IKM Harus Serap Tenaga Kerja
  • Telkomsel Tetap Pasang BTS di Kapal Pelni
  • Teroris Filipina Bermain di Aceh
  • Dulmatin Pernah Mengotrak Bersama Marko di ..
  • Polri Benarkan Densus Tangkap Satu Teroris ..
  • KPK Direkomendasikan Bongkar Kasus BLBI
  • TNI Belum Temukan Kegiatan Terorisme di ..
  • Pelanggan Keluhkan Pelayanan PDAM
  • Di Kupang Harga Emas di Atas Rp 300.000
  • Istri Mantan Wakapolri Kembali Disebut
  • Wapres Boediono Berpidato Muncul Tamu Tak ..
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved