Senin, 8 Februari 2010 | 11:33 WITA
OEBELO, POS KUPANG, Com -- Petani di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, mulai menanam padi sawah, ditandai dengan penanaman secara simbolis oleh Camat Kupang Tengah, Koten MS Manafe, Sabtu (6/2/2010).
Penanaman padi di lahan milik Pit Yan Sinlae, anggota Kelompok Tani Oeanak. Penanaman simbolis itu pertanda dimulainya penanaman padi sawah di desa tersebut dengan bimbingan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Selain camat, penanaman juga dilakukan Kepala Desa Oebelo, Apeles Bulan, anggota Kelompok Tani Oeanak, dua PPL, Samuel Yohanes dan Amin Juariah, Stp. MM, serta distributor pestisida PT. Syngenta, Agung.
Manafe mengatakan, penanaman padi merupakan rutinitas petani setiap tahun. Tanpa didorong oleh pemerintah juga petani bisa melakukannya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dan PPL di lapangan merupakan tanggung jawab sebagai pelayan, memberikan dorongan kepada petani untuk bercocok tanam secara baik dengan teknologi modern.
Manafe menegaskan, kehadiran PPL untuk mendampingi petani guna memberikan arahan yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil produksi padi.
"Jika tidak ada penambahan lahan baru, maka PPL bisa memberikan petunjuk dan arahan agar hasil produksi tetap meningkat dengan memperkenalkan berbagai teknologi pertanian yang ada, termasuk pupuk dan pestisida," katanya.
Manafe mengatakan, pemerintah hanya menyediakan benih dan tenaga PPL, sementara pupuk dan pestisida menjadi tanggung jawab petani masing-masing.
"Saya harap semua PPL bekerja maksimal mendampingi petani dan memberikan yang terbaik agar hasil produksi terus meningkat," katanya.
Juariah menjelaskan, konsep pengelolaan tanaman terpadu (PTT) adalah pengelolaan tanaman terpadu dengan mengintegrasikan paket teknologi dengan biofisik, sosial ekonomi dan budaya masyarakat.
Menurutnya, konsep ini menggambarkan adanya sistim produk yang terdiri dari berbagai unsur, yakni komoditas, teknologi, lingkungan dan pengguna saling berinteraksi.
Juariah mengatakan, tujuan pengembangan PTT adalah untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan usaha tani melalui efisiensi input dan melestarikan sumberdaya berkelanjutan sistim produksi padi sawah.
Untuk itu, kata Juariah, perlu ada rekomendasi umum dari PPL, antara lain benih Varietas Unggul Baru (VUB), benih bermutu (berlabel), pengolahan tanah sempurna, pemeliharaan, persemaian, atur tata tanam, pemupukan serta pengairan yang efektif dan pengendalian hama. (mas)