• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Kupang Watch
Kupang Watch
Petani Oebelo Baru Mulai Tanam Padi
POS KUPANG/THOMAS DURAN

Camat Kupang Tengah, Koten MS Manafe (kanan) bersama Kepala Desa Oebelo, Apeles Bulan, menanam secara simbolis di Oebelo, Sabtu (6/2/2010).
Senin, 8 Februari 2010 | 11:33 WITA

OEBELO, POS KUPANG, Com -- Petani di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, mulai menanam padi sawah, ditandai dengan penanaman secara simbolis oleh Camat Kupang Tengah, Koten MS Manafe, Sabtu (6/2/2010).

Penanaman padi di lahan milik Pit Yan Sinlae, anggota Kelompok Tani Oeanak. Penanaman simbolis itu pertanda dimulainya penanaman padi sawah di desa tersebut dengan bimbingan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Selain camat, penanaman juga dilakukan Kepala Desa Oebelo, Apeles Bulan, anggota Kelompok Tani Oeanak, dua PPL, Samuel Yohanes dan Amin Juariah, Stp. MM, serta distributor pestisida PT. Syngenta, Agung.

Manafe mengatakan, penanaman padi merupakan rutinitas petani setiap tahun. Tanpa didorong oleh pemerintah juga petani bisa melakukannya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dan PPL di lapangan merupakan tanggung jawab sebagai pelayan, memberikan dorongan kepada petani untuk bercocok tanam secara baik dengan teknologi modern.

Manafe menegaskan, kehadiran PPL untuk mendampingi petani guna memberikan arahan yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil produksi padi.

"Jika tidak ada penambahan lahan baru, maka PPL bisa memberikan petunjuk dan arahan agar hasil produksi tetap meningkat dengan memperkenalkan berbagai teknologi pertanian yang ada, termasuk pupuk dan pestisida," katanya.

Manafe mengatakan, pemerintah hanya menyediakan benih dan tenaga PPL, sementara pupuk dan pestisida menjadi tanggung jawab petani masing-masing.

"Saya harap semua PPL bekerja maksimal mendampingi petani dan memberikan yang terbaik agar hasil produksi terus meningkat," katanya.

Juariah menjelaskan, konsep pengelolaan tanaman terpadu (PTT) adalah pengelolaan tanaman terpadu dengan mengintegrasikan paket teknologi dengan biofisik, sosial ekonomi dan budaya masyarakat.

Menurutnya, konsep ini menggambarkan adanya sistim produk yang terdiri dari berbagai unsur, yakni komoditas, teknologi, lingkungan dan pengguna saling berinteraksi.

Juariah mengatakan, tujuan pengembangan PTT adalah untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan usaha tani melalui efisiensi input dan melestarikan sumberdaya berkelanjutan sistim produksi padi sawah.

Untuk itu, kata Juariah, perlu ada rekomendasi umum dari PPL, antara lain benih Varietas Unggul Baru (VUB), benih bermutu (berlabel), pengolahan tanah sempurna, pemeliharaan, persemaian, atur tata tanam, pemupukan serta pengairan yang efektif dan pengendalian hama. (mas)
 

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Klub Peserta ISL Dapat Jatah Mobil
  • 52,50 Persen Guru di Bali Belum S1
  • Keluarga Minta Polda NTT Lidik Kematian ..
  • Gempa 7,0 SR Guncang Maluku Utara
  • Pupuk Kandang Mengandung H5N1
  • Pendidik di Maurole Digaji Rp 40 Ribu
  • 45 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri ..
  • Mesin Rental Atasi Listrik Jelang Jumat ..
  • Obama Tunda Kunjungan ke Indonesia
  • Prioritas KB Untuk Klinik Swasta dan ..
  • Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
  • Mulus Lebihi Syarat Jumlah Kursi DPRD
  • Paket PDIP Manggarai Belum Aman
  • Manggana-Praing Resmi Mendaftar di KPU
  • Rokok Haram, Ribuan Petani Tembakau Kolaps
  • Lamahala-Horowura Kakak-Adik
  • Menyingkap Kasus Judi di Belu (1)
  • SBY Diminta Lebih Aktif Berantas Teroris
  • Polisi Bersenjata Kawal Mangan Ilegal
  • 39 Kios di Pasar Oesao Terbakar
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved