• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Polkam
Polkam
KPID Tertibkan Izin Siar
Senin, 8 Februari 2010 | 12:11 WITA

KUPANG, POS KUPANG. com -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menyosialisasikan UU Penyiaran dan menertibkan studio radio dan televisi yang belum melengkapi izin. KPID juga selektif mengeluarkan izin kepada masyarakat yang hendak mendirikan studio radio atau televisi di NTT.

 

Hal ini dikatakan Ketua KPID NTT, Mutiara Dara Utama, saat menggelar rapat evaluasi dan dengar pendapat antara KPID, masyarakat dan Metro TV Kupang di ruang Kelimutu, DPRD NTT, Kamis (4/2/2010).

Rapat dengar pendapat itu dihadiri Ketua Komisi A DPRD NTT, Servas Lawang bersama anggota Komisi A, pimpinan TVRI Kupang, Jani Yoseph, pejabat dari Dinas Kominfo NTT, akademisi, aktivis LSM, dan kru Metro TV. Saat itu juga manajemen Metro TV mempresentasikan rencana mendirikan Metro TV Kupang.

Pimpinan dan anggota Komisi A DPRD NTT mengharapkan televisi yang memperluas siarannya di NTT memperhatikan konten lokal. Minimal 30 persen siaran dan acaranya lokal, menyusul nasional dan hiburan serta acara lainnya.

Dewan juga meminta KPID selektif memberikan izin kepada siapa saja yang mau mendirikan usaha penyiaran di NTT. Jika tidak memenuhi syarat, sebaiknya dipending perizinannya. Usaha penyiaran, kata Alfred Baun dari Komisi A, harus punya komitmen menjaga kesinambungan usahanya sehingga masyarakat tidak dikecewakan. "Jangan sampai ada yang setelah mengantongi izin lalu tidak konsen," kata Alfred.

Gabriel Beri Bina menyatakan Dewan menyambut baik kehadiran semua media di NTT. Dewan menyadari media merupakan mitra yang sama-sama mengemban aspirasi rakyat, hanya cara menyampaikan yang berbeda. Media penting mengungkap fakta sosial dan politik yang terjadi di masyarakat sehingga diketahui publik.

Prof. Dr. Alo Liliweri mengatakan, masyarakat NTT lebih cenderung mendengar ketimbang menonton. Ini tantangan bagi televisi bagaimana strategi menggairahkan masyarakat agar minat nontonnya bangkit.

Sedangkan Ny. Lusi Max, Ketua Jurusan Komunikasi FISIP Unwira, mengharapkan media yang ada di NTT mengakomodir tamatan komunikasi Unwira dan Undana sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya. (gem)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Enam Pelabuhan PT Pelindo III Masih Merugi
  • Klub Peserta ISL Dapat Jatah Mobil
  • 52,50 Persen Guru di Bali Belum S1
  • Keluarga Minta Polda NTT Lidik Kematian ..
  • Gempa 7,0 SR Guncang Maluku Utara
  • Pupuk Kandang Mengandung H5N1
  • Pendidik di Maurole Digaji Rp 40 Ribu
  • 45 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri ..
  • Mesin Rental Atasi Listrik Jelang Jumat ..
  • Obama Tunda Kunjungan ke Indonesia
  • Prioritas KB Untuk Klinik Swasta dan ..
  • Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
  • Mulus Lebihi Syarat Jumlah Kursi DPRD
  • Paket PDIP Manggarai Belum Aman
  • Manggana-Praing Resmi Mendaftar di KPU
  • Rokok Haram, Ribuan Petani Tembakau Kolaps
  • Lamahala-Horowura Kakak-Adik
  • Menyingkap Kasus Judi di Belu (1)
  • SBY Diminta Lebih Aktif Berantas Teroris
  • Polisi Bersenjata Kawal Mangan Ilegal
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved