• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Polkam
Polkam
Pekerja Anak Harus Kembali ke Sekolah
Senin, 8 Februari 2010 | 12:13 WITA

KUPANG, POS KUPANG. com -- Pekerja anak yang sudah menjadi masalah sosial perlu dikembalikan ke sekolah. Anak merupakan investasi jangka panjang yang perlu mendapat perhatian sedini mungkin. Jika tidak ditangani segera, akan menjadi bom waktu.

 

Masalah pekerja anak di NTT menjadi perhatian ILO-East bergandengan tangan dengan Yayasan Nusa Bunga menggelar lokakarya di Hotel Ina Boi, Jumat (5/2/2010). Lokakarya ini membahas secara mendalam berbagai strategi advokasi agar anak-anak usia sekolah yang terpaksa bekerja karena tekanan ekonomi dan sosial dikembalikan ke sekolah. Sejak 2008, Ilo East dan Yanubadi mengadakan pelatihan bagi 62 orang instruktur dari 31 PKBM dan 353 stakeholder pendidikan dari 51 sekolah satu atap (Satap) dan sembilan SMP Terbuka serta beberapa kegiatan lainnya yang berkaitan dengan isu pekerja anak, termasuk lokakarya.

Lokakarya yang menampilkan pimpinan ILO East NTT, Fausan, Ketua SPSI, Stanis Tefa, Biro Pemberdayaan Perempuan yang diwakili Erni Napu, Kadis Nakertrans yang diwakili Herman dan Bappeda NTT diwakili Donald Isahak dengan moderator, dr. Teda Litik mengumpulkan berbagai pendapat seputar masalah anak yang bekerja. Anak yang dimaksud berusia 13-15 tahun yang semestinya duduk di bangku SMP.

Ketua Yanubadi, Ny. Mien Patimangoe dalam sambutannya, mengajak birokrat, aktivis LSM, aktivis perempuan, politisi dan pers agar memberikan perhatian penuh terhadap anak yang bekerja. Semua pihak perlu memberikan sumbangan pemikiran kepada yayasannya agar bersama ILO East dapat mengeliminir anak usia sekolah yang terpaksa bekerja untuk kembali ke sekolah.

Semangat ini disambut baik oleh anggota DPRD NTT yang hadir, Alfred Baun, Merci Piwung dan Stanis Tefa, pejabat birokrat dan stakeholder lainnya. Menurut Alfred Baun, langkah apa saja yang diambil dalam mengatasi masalah pekerja anak membutuhkan regulasi. Untuk itu, dia akan membicarakan hal itu di ruang sidang agar ke depan ada perda yang mengatur soal itu. Dengan demikian tidak terjadi salah kaprah.

Semua sepakat perlu ada sekolah model yang mampu menampung anak-anak yang seharusnya sekolah, tapi karena tekanan ekonomi dan lain-lain terpaksa bekerja. Sekolah tersebut, selain mengajarkan pengetahuan, juga mendidik mereka dengan keterampilan khusus agar menjadi bekal di masyarakat. (gem)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Appreciate much, namun instructur harus punya calling yang kuat karena yang mereka tolong adalah anak-anak tidak cengeng, pemenang diusia mereka,kuat,..punya semangat untuk survive dan tapi mereka terpinggirkan..."who can not speak for them self.." stay blessed

Posted by: yusak | Senin, 8 Februari 2010 | 21:30 WITA

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • SBY Minta Hasil Kunjungan ke LN ..
  • ICW Latih Masyarakat Sumba
  • Habibie: Daya Saing Ditentukan Teknologi
  • 135 Karyawan PT SGS Keracunan Makanan
  • Nenek Renta Itu Berubah Jadi Kodok
  • Juwita Bahar Kabur
  • Polisi Tembak Mati Teroris Langkahi Hakim
  • Kelompok Nusa Hijau Sulit Pasarkan Kompos
  • Kayu Putih Fokus Pembangunan Fisik
  • Naikolan Butuh Puskesmas Rawat Inap
  • Mahasiswa Pembuat Rusuh di Oesapa Dipecat
  • ICW Latih Masyarakat Sumba Riset Aksi ..
  • Akbar : Kemenangan Pasus Century Perlu ..
  • Megawati Keliling Indonesia Timur Hadiri ..
  • Pelayanan Air Bersih di Waikabubak (3)
  • Jampidsus : Hentikan Kasus KBRI Thailand
  • Kejagung Belum Sentuh Mantan Menlu NHW
  • LPMP NTT Gelar Rakor Hadapi UN
  • BK Terima Pengaduan Anggota Dewan ..
  • Pecat Mahasiswa Pembuat Rusuh di Oesapa
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved