|
|
|
Polkam
Fary Luncurkan Rumah Rakyat Indonesia Raya
POS KUPANG/GERARDUS MANYELLA Peluncuran Rumah Rakyat Indonesia Raya oleh anggota DPR RI Fary Francis yang dikemas bersama HUT ke-2 Gerindra NTT yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Senin, 8 Februari 2010 | 12:15 WITA
KUPANG, POS KUPANG. com -- Fary Dj Francis, anggota DPR RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Sabtu (6/2/2010), meluncurkan Rumah Rakyat Indonesia Raya. Rumah rakyat ini menjadi sarana penghimpun aspirasi masyarakat, mendengarkan suara rakyat, menyuarakan aspirasi rakyat, mengawal kinerja pemerintah dan memberikan umpan balik di gedung rakyat, DPR RI Senayan Jakarta oleh anggota DPR RI, DPRD propinsi, kabupaten/kota bagi anggota DPRD. Peluncuran yang berlangsung di Hotel Cendana, Kupang, dihadiri pengurus Gerindra Propinsi NTT, kabupaten/kota, kader, simpatisan, aktivis LSM, pers, anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto dan pemegang mandat pendirian Gerindra NTT, Ir. Esthon Foenay yang juga Wakil Gubernur NTT.
Acara ini dipadukan dengan HUT ke-2 Gerindra NTT. Mengawali peluncuran rumah rakyat itu, Sekretaris DPD Gerindra NTT, Gabriel Beri Binna menyampaikan kilas balik berdirinya partai yang berlambang burung garuda ini. Gabriel mengatakan, tepat tanggal 6 Februari 2008, pemegang mandat Esthon Foenay berhasil mendirikan partai yang dirintis Prabowo Subianto di NTT. Fary menyampaikan gagasan mendirikan Rumah Rakyat Indonesia Raya berawal saat dirinya berkunjung ke sejumlah desa di TTS, TTU dan Belu selama masa reses pertama, Desember 2009. Saat itu dirinya menyaksikan antusiasnya masyarakat berbagi rasa menyangkut harapan maupun kecemasan. Menurut Fary, masih banyak harapan warga yang belum terakomodir karena waktu kunjungannya terbatas. Sekembalinya dari desa-desa itu, banyak warga mengirim SMS, baik langsung ke dirinya maupun ke sekretarisnya, menyampaikan berbagai persoalan pembangunan pedesaan. Hal itu yang mendorong dirinya mendesain Rumah Rakyat Indonesia Raya sebagai wadah intek aktif dengan kontituen melalui PO Box Rumah Rakyat Indonesia Raya: 555, SMS Rumah Rakyat Indonesia Raya 081 259 333 555, facebook Rumah Rakyat Indonesia Raya dan email : r2ir.ntt@gmail.com. Sesepuh Gerindra NTT, Esthon Foenay mengatakan, rumah adalah istana untuk membangun komunikasi. Untuk itu rumah tersebut membutuhkan fasilitator yaitu wakil rakyat mulai dari pusat sampai daerah-daerah. Rumah Rakyat Indonesia Raya, kata Esthon, juga sebagai wadah mencegah disintegrasi bangsa agar tidak terkotak-kotak dalam suku dan agama. Rumah Rakyat juga harus mengakomodir aspirasi dari kaum perempuan yang selama ini belum mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Intinya, kata Esthon, rumah rakyat mendengar suara rakyat, menyuarakan aspirasi rakyat, mengawal kinerja pemerintahan. Rumah Rakyat Indonesia Raya juga harus meningkatkan improvisasi dan kreativitas dinamika politik.(gem) nuansa guyon, Ir. Esthon Foenay sebagai sesepuh, pemegang mandat dan perintis berdirinya Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyatakan kebanggaannya. Dalam waktu dua tahun Gerindra berkiprah mampu mengantar pendiri dan pembinanya, Prabowo Subianto maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri pada Pemilu Presiden tahun lalu. Gerindra Siapkan Kader 2014 DALAM "Kita patut berbangga, dalam waktu dua tahun berkiprah partai ini bisa mengantar Bapak Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden. Jika kiprah partai ini dipercaya masyarakat, 2014 Prabowo harus menjadi calon presiden dan di NTT jelas kadernya harus maju sebagai calon gubernur, bukan hanya wakil," kata Esthon. Dia mengingatkan kader Gerindra harus mampu menjaga eksistensi partai sebagai organisasi sosial politik. Partai ini juga, katanya, perlu memberikan perhatian lebih kepada perempuan NTT yang jumlahnya lebih banyak dari 4,6 juta penduduk NTT. Esthon menyambut baik Rumah Rakyat Indonesia Raya sebagai wadah menampung, menyalurkan dan mengawal kinerja pemerintah dalam melaksanakan amanat rakyat.(gem) KOMENTAR Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA. |
|
