• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / REGIONAL NTT / Floresa
Floresa
DBD di Sikka: Jangan Ada Korban, Baru Bertindak
Senin, 8 Februari 2010 | 12:41 WITA

MAUMERE, PK -- Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sikka menyikapi masalah penyakit demam berdarah dengue (DBD) secara serius. Mereka juga meminta dan mendesak Dinkes Sikka agar bertindak lebih dini untuk menghindari korban jiwa.

 

Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sikka, Made Gryastuti Tirta, ST, dan Wakil Ketua Fraksi Gabungan Pembaharuan, Suaib di Maumere, Minggu (7/2/2010). Keduanya dimintai tanggapan mereka tentang kasus DBD di Sikka yang terus meningkat dalam kurun waktu Januari-Februari 2010. Made menegaskan, hanya dalam kurun waktu dua bulan, DBD sudah memakan korban sebanyak enam orang. Karena itu, sudah seharusnya Dinkes dapat menetapkan kasus ini sebagai Kasus Luar Biasa (KLB).

Untuk itu, kata Made, guna mengatasi KLB ini Dinkes Sikka harus proaktif untuk menggandeng berbagai elemen masyarakat yang ada di tingkat dasar guna melakukan langkah-langkah penanganan yang konstruktif dan tepat sasaran sehingga bisa menghindari jatuhnya korban jiwa berikutnya.

"Bagi saya ini sudah merupakan KLB, karena sudah enam nyawa masyarakat Kabupaten Sikka yang hilang karena DBD hanya dalam kurun waktu dua bulan. Dengan demikian, Dinkes harus dapat bergerak cepat untuk mengatasinya. Guna memaksimalkan itu, Dinkes harus dapat menggandeng para camat, lurah, maupun tokoh masyarakat di tingkat bawah, sehingga apa yang disampaikan kepada masyarakat dapat langsung menyentuh pada pokok permasalahannya dan dapat menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak lagi," tegas Made.

Menurut Made, selain melakukan tindakan penanganan serius untuk kasus ini, ke depan kejadian ini harus bisa menjadi pelajaran bagi Dinkes untuk dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan secara periodik dan merata di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka. Karena sesungguhnya semua daerah memiliki peluang untuk terkena wabah DBD.

"Dinkes harus bisa belajar dari kasus ini sehingga ke depan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan lebih dini dengan melakukan fogging (pengasapan) maupun sosialisasi tentang budaya hidup sehat kepada masyarakat secara berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Gabungan Pembaharuan, yang duduk di komisi B dan membidangi kesejahteraan masyarakat, Suaib, mengaku sangat prihatin dengan kasus DBD yang semakin meningkat di Kabupaten Sikka. Karena itu, Suaib menegaskan, walau berada dalam keterdesakan waktu untuk membahas penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dalam waktu dekat DPRD akan memanggil pemerintah untuk melakukan rapat dengar pendapat guna merumuskan langkah-langkah penanganan yang tepat untuk menghindari jatuhnya korban lain.

"Kami memang saat ini memiliki agenda rapat yang cukup padat untuk membahas penetapan APBD. Namun dalam diskusi lepas, kami dari DPRD sudah sepakat dan berencana untuk memanggil pemerintah untuk melakukan koordinasi bersama mengenai masalah ini untuk mengatasinya dengan cara yang tepat," tegas Suaib.

Suaib juga menegaskan, ke depan pemerintah, melalui Dinkes, harus dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan berkesinambungan di setiap titik yang berpotensi endemik, bahkan di seluruh wilayah Kabupaten Sikka, guna menghindari kasus serupa di masa mendatang. Karena bukan tidak mungkin korban meninggal akibat DBD saat ini sudah melebihi jumlah yang diketahui, karena keterbatasan informasi dan ketidaktahuan masyarakat. (bb)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Wabah malaria/demam berdarah adalah musibah yang sudah menjadi langganan Kab.Sikka.Tetapi kog heran hingga kini masyarakat dan terutama Pemda belum sanggup mengatasi persoalan ini.

Posted by: Wodon Gai-Merak | Jumat, 12 Februari 2010 | 08:36 WITA

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Polres Sikka Gantung Tiga Kasus Korupsi
  • Komunitas YSAI UPN Jogya Tanam Pohon Cemara
  • Mahasiswa HI-FISIP UPN Jogya gelar Diskusi ..
  • Dua terdakwa Pembunuh Rm Fautinus, Tunggu ..
  • APIK Pertanyakan Batas Hutan Lindung Oelbesak
  • Camat Perlu Mendapat Pembinaan
  • Son Pake Helm...
  • Warga Belo Minta Bangun Poskamling
  • Keracunan Ikan, 3 Tewas
  • APTI NTT Gelar Talk Show
  • BP Pemuda GMIT Horeb Gelar Lomba CCA
  • Cagar Alam Hutan Mutis Mulai Terancam
  • Gerson Yonathan Thonak, Jadi PNS Terlalu ..
  • Meriah, Konser Ruth Sahanaya
  • ChildFund Hijaukan Tiga Mata Air di Flores ..
  • Messi Dipuji Kawan dan Lawan
  • 13 Parpol Daftarkan Venus di KPUD Ngada
  • Kampung
  • Adoe: Kami Tidak Menembak
  • Warga Manulai II Ditikam di Jalur 40
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved