• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Nasional
Nasional
MPR-ND Sinergikan Empat Pilar Bangsa
Senin, 8 Februari 2010 | 21:39 WITA

JAKARTA, POS KUPANG. com -- Ketua MPR RI Taufik Kiemas dan Ketua Nasional Demokrat (ND) Surya Paloh sepakat untuk mensinergikan empat pilar kebangsaan terutama dikalangan generasi muda karena semakin menipisnya pemahaman kebangsaan.


Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan ND yang dipimpin Surya Paloh sekaligus pemimpin Media Group dengan didampingi para deklarator seperti Jeffrie Geovani, Syamsul Muarif, Ferry Mursidan Baldan, Prof Thomas Suyatno, dan Enggartiasto Lukito, di gedung MPR RI, Senin (8/2). Selain Taufik Kiemas, ikut hadir para wakil ketua MPR Hajriyanto Tohari, Ahmad Farhan Hamid, Lukman Hakim, dan Hj. Leimena, serta jajaran pimpinan Fraksi di MPR.

"Gerakan pemasyarakatan empat pilar Indonesia yang dilakukan MPR memiliki kesamaan visi dan pandangan dengan Nasional Demokrat, terkait dengan menipisnya rasa nasionalisme terhadap bangsa," kata Ketua MPR taufik Kiemas.

Menurut Taufik, meski dalam pertemuan itu kedatangan Surya Paloh, sebagai Bos Media Group, namun diakui sosok Surya Paloh tak bisa dilepaskan sebagai deklarator ormas ND.

"Kami undang Surya Paloh sebagai yang punya Media Indonesia, Metro TV. Karena MPR ingin sosialisaikan empat pilar Indonesia, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar, NKRI, dan ke-Bhinneka- an Tunggal Ika," katanya.

Menurut Taufik, MPR berharap gerakan sosialisasi ini bisa berjalan searah dan seirama dengan kiprah ND. Oleh karenanya perlu dilakukan secara massive dengan dukungan dan kerjasama berbagai pihak.

Surya Paloh menegaskan komitmennya untuk turut mensosialisasikan empat pilar itu. Dia melihat telah terjadi erosi semangat gotong royong, sehingga yang terjadi kini adalah semangat individualisme dan matreaslistik.

Dikatakan Surya, sudah saatnya harus ada gerakan moral baru berupa sikap keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin bangsa. Diperlukan gerakan revitalisasi untuk mengembalikan kebanggaan sebagai bangsa.

"Kami ingin empat pilar itu bisa berjalan. Kita tahu posisi masing-masing dimana. Kita hampir kehilangan suara untuk negeri ini," ujar Surya Paloh.

Menurut Surya, diperlukan tampilnya pemimpin formal dan informal untuk memberi keteladanan, jadi bukan semata pada produk perundangan.

"Justru semakin banyak produk undang-undang semakin banyak pelanggaran. Ini bukti kegagalan suatu bangsa," ujarnya. (persda network/js)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

As. saya ingin menjadi anggota ND,bagaimana caranya. thanks.

Posted by: iswandir.za,se,mm. | Minggu, 14 Februari 2010 | 11:27 WITA

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • TransNusa Tawarkan Paket 3 In 1
  • Program BLT Dihentikan Sementara
  • Bawa Mereka Keluar...
  • Puskopdit Swadaya Utama, Terbesar Ketiga di ..
  • Ratusan Korban Tewas Gempa Tercatat Sebagai ..
  • 2010, Pemerintah Targetkan 30.000 Unit ..
  • 17 Wanita Korban Trafficking Akan Dipulangkan
  • Sehari Dua Nasabah BCA Dirampok
  • SBY Minta Hasil Kunjungan ke LN ..
  • ICW Latih Masyarakat Sumba
  • Habibie: Daya Saing Ditentukan Teknologi
  • 135 Karyawan PT SGS Keracunan Makanan
  • Nenek Renta Itu Berubah Jadi Kodok
  • Juwita Bahar Kabur
  • Polisi Tembak Mati Teroris Langkahi Hakim
  • Kelompok Nusa Hijau Sulit Pasarkan Kompos
  • Kayu Putih Fokus Pembangunan Fisik
  • Naikolan Butuh Puskesmas Rawat Inap
  • Mahasiswa Pembuat Rusuh di Oesapa Dipecat
  • ICW Latih Masyarakat Sumba Riset Aksi ..
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved