• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / POS KUPANG NEWS / Nasional
Nasional
George Korban Politik Catenaccio SBY
Senin, 8 Februari 2010 | 22:07 WITA

JAKARTA, POS KUPANG. com -- Apa yang menimpa penulis buku Membongkar Gurita Cikeas, George Junus Aditjondro, menurut aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB)Adhie Massardi adalah korban politik catenaccio (bertahan habis-habisan) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hanya yang memancing George adalah orang dekat SBY yang tidak lain kawan dekatnya yakni Ramadhan Pohan.

 

Mengapa demikian? Adhie menjelaskan sejak kenaikannya sebagai presiden, SBY sudah lama menerapkan politik bertahan lewat cara mendefinisikan dirinya seperti orang yang teraniaya.

"Kita mengenal SBY sudah cukup lama lewat politik keteraniayaan," ujar Adhie di Doekoen Coffee, Minggu (8/2).

Terkait Ramadhan yang tiba-tiba datang pada acara bedah buku George beberapa waktu lalu, adalah pancingan alias serangan balik secara halus. Bahkan Adhie sudah merasa kedatangan Ramadhan akan menimbulkan sesuatu.

"Ternyata betul dengan gaya persuasinya memancing George. Jadi memang ini sudah diskenariokan," sambung orang dekat Gus Dur itu.

Skenario inilah yang diterapkan dalam politik bertahan SBY, memasang Ramadhan untuk masuk diskusi George bukan untuk bedah buku tapi untuk mengalihkan isu. Hal ini pula yang berujung pada ditetapkannya George sebagai tersangka dengan sangkaan melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap Ramadhan.

"Akibatnya publik jadi kurang simpati pada George, dan pembicaraan Gurita Cikeas yang ditulisnya kemudian berubah menjadi isu pemukulan," urainya.

Menurut Adhie, bukan saja SBY yang menerapkan pola cattenacio tapi juga partai Demokrat yang dipimpinnya. Adhie mencontohkan peran Ruhut Sitompul di Panitia Khusus Kasus Century terlihat sangat baik. Katanya, "Ruhut Sitompul bukan saja berhasil dipasang untuk memancing emosi dan untuk menjegal anggota pansus yang kritis. Tapi juga membuat pansus jatuh di mata masyarakat."

Isu terbaru semakin kuatnya gaya politik cattenacio adalah ketika SBY mengkritik aksi demonstran yang membawa kerbau pada 28 Januri 2010 lalu. Merasa dirinya disamakan dengan kerbau, menurut Adhie, adalah setting SBY sendiri. SBY seolah-olah dikerbau-kerbaukan padahalan tidak ada. "Jadi dengan cara teraniaya inilah politik cattennacio bermain," ujarnya.

Politik cattenacio yang demikian, Adhie mengatakan harus dihentikan. Karena politik seperti ini sangat menjijikkan. "Dia naik dengan cara politik menjijikkan. Setiap kali mendapat kewalahan pasti nanti ada serangan baliknya. Saya kira politik seperti ini harus dihentikan," pungkasnya. (Persda Network/Yog)

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Karyawan PT Suara Sejati Berunjuk Rasa
  • DPDR Sikka Rencana Bentuk Pansus Pengandaan ..
  • DPRD Manggarai Ke Lokasi Tambang
  • Handicap Advokasi Program Kecacatan
  • Kupang Tanpa Tempat Bermain Anak
  • Kinerja Petugas PDAM Dikeluhkan
  • 70 Kereta Belum Dibagi Kepada Pedagang
  • 58 PNS Belum Pindah ke Sabu
  • Panitia Pengadaan Cincin Anggota DPRD Kota ..
  • Manusia Draculas
  • Pemadaman Listrik Hingga Bulan Juni
  • 214 Mahasiswa Unipa Maumere ke Desa
  • Embung Naituta Tidak Berfungsi
  • Kadis PPO Perlu Perhatikan Fasilitas Sekolah
  • Kapolda Didesak Tahan Anggota Polsek Nunpene
  • Bukti Transfer Uang Suap Diserahkan ke ..
  • Pasar Oesao Terbakar
  • Mahasiswa Demo Kejari Ende
  • Ancam Hakim PN Maumere, Warga Geliting Masuk ..
  • DPR Minta Penyidik Segera Ungkap Pembunuh ..
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved