/ Home / Regional NTT / Floresa /
antara
Siswa Korban Perang Tanding Adonara Perlu Sekolah Alternatif
Kamis, 11 Maret 2010 | 21:36 WIB


"Kalau anak-anak peserta UN tidak bisa ke sekolah karena situasi keamanan tidak memungkinkan, maka itu perlu segera dicarikan sekolah alternatif," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Thobias Uly ketika dihubungi per telepon selulernya, Kamis (11/3/2010).

Selain sekolah alternatif, kata Uly, anak-anak juga bisa diberi kesempatan untuk mengikuti ujian susulan setelah situasi membaik.

Ratusan siswa SMP/SMU di Pulau Adonara terancan tidak bisa mengikuti ujian nasional menyusul perang tanding antarwarga Lamahala dengan warga Horowura sejak Minggu (7/3/2010).

Uly, yang kini menjadi penjabat Bupati Sabu Raijua itu menambahkan, apapun situasi yang terjadi di Pulau Adonara, anak-anak didik terutama mereka yang sedang mempersiapkan diri mengikuti ujian nasional tidak boleh dikorbankan. "Harus ada solusi untuk membantu mereka," katanya.

Kepala Sekolah SMU Negeri Adonara Timur Karel Kiwang Ama mengatakan, sejak terjadi tawuran antardua wilayah itu pada Minggu (7/3/2010), ratusan siswa dan guru SMP/SMU di Pulau Adonara tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Para siswa dan guru yang tidak bisa masuk sekolah itu umumnya berasal dari Desa Horowura, Kecamatan Adonara Tengah.

"Para siswa dan guru ini tidak masuk sekolah karena letak gedung sekolah berada di Waiwerang yang berdekatan dengan Desa Lamahala. Guru dan siswa takut karena warga dua desa masih saling menyerang," kata Karel Kiwang Ama.

Dia mengatakan, pihaknya  telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Polsek Adonara Timur untuk mencari jalan keluar agar para guru dan siswa bisa k

Dibaca 198 kali  |  Dikomentari 2 kali
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

smoga masalah ini terakomodir dengan baik.pemerinta harus jelih menangani masalah ini agar kedua kubu yg saling tidak akur, yakni konflik horizontal ini merasa tidak dirugikan. smoga pemerintah sukses menangani masalah ini. Amin....

Komentar Oleh: Hasan Mukat | Jumat, 26 Maret 2010 | 01:31 WIB

Inilah sikon seperti kata orang ibu bapak bercerai karena sengketa anak-anak menanggung susah. Semoga dinas pendidikan sebagai orang tua angkat untuk mencari jalan keluar terbaik agar murid-murid sekolah tidak terganggu dengan kondisi rawan seperti.

Komentar Oleh: Frans Hena | Jumat, 12 Maret 2010 | 00:04 WIB

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Wisuda UKAW Kupang
Galeri POS KUPANG
Wisuda UKAW Kupang
more on galeri foto
Rabu, 8 September 2010 | 10:40 WIB
Sabtu, 4 September 2010 | 19:03 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 18:25 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 17:11 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 | 11:12 WIB