Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Propinsi NTT, Drs. IGM Putra Kusuma menjelaskan, upacara Melasti merupakan rangkain dari kegiatan hari raya Nyepi yang puncaknya dilaksanakan Selasa (16/3/2010).
Melasti, jelas Kusuma, untuk membuang atau menghanyutkan dan membersihkan segala sesuatu yang menyebabkan penderitaan bagi manusia dan lingkungan. Pembersihan juga untuk semua peralatan sarana upacara Melasti.
Makna lainya, lanjut Kusuma, untuk mengambil sari-sari kehidupan atau air kehidupan di tengah samudera. Ini sebagai sarana atau simbol yang dipergunakan untuk menyucikan manusia dan lingkungan.
"Manusia perlu berdoa memohon kepada Tuhan untuk memperoleh ketenangan dan kesejahteraan di bumi ini," katanya. (den)