/ Home / Kupang News / Kupang Watch /
thomas duran
39 Kios di Pasar Oesao Terbakar
Sabtu, 13 Maret 2010 | 23:08 WIB

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. Kobaran api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 07.30 Wita. Api dipadamkan masyarakat setempat dibantu oleh anggota TNI 743 Naibonat menggunakan beberapa mobil tangki milik TNI dan Polres Kupang, serta Dinas Sosial Propinsi NTT.

Sedangkan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang baru tiba di lokasi pada pukul 08.30 Wita. Dua mobil tangki ini langsung memadamkan kobaran api yang masih ada.

Salah seorang saksi mata, Gebby Moses mengatakan, pada pukul 05.00 Wita ia hendak mengatar kue ke pasar. Saat tiba di gang masuk pasar, tutur Moses, ia melihat gumpalan asap keluar dari dalam kios milik H. Tahir. Bersamaan dengan itu muncul kobaran api dan langsung menjalar ke sejumlah kios serta lapak milik pedagang kaki lima PKL) di sepanjang gang masuk pasar itu.

Saat itu, kata Moses, beberapa pedagang dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian panik. Mereka memukul tiang listrik untuk memberitahukan kepada warga lainnya bahwa terjadi kebakaran di pasar tersebut.

Dalam hitungan menit, demikian Moses, masyarakat sudah memadati lokasi pasar dan memberi pertolongan dengan menyiramkan air pada kios-kios yang terbakar. Namun, lanjutnya, upaya masyarakat tidak berhasil karena keterbatasan peralatan untuk mengangkut air sehingga api tidak bisa dijinakan.

Moses mengatakan, beberapa saat kemudian datang mobil tangki milik TNI, Polres  Kupang dan milik Dinas Sosial NTT. Dibantu personil TNI 743 Naibonat, dengan menggunakan mobil tangki yang ada akhirnya kobaran api bisa dipadamkan sekitar pukul 08.30 Wita.

Ketua RW 7 Kelurahan Oesao,  Daud Koroh Ludji, mengatakan, peristiwa yang sama  terjadi tahun 2006. Kala itu  puluhan kios ludes karena keterlambatan mobil pemadam.

"Kami sangat kecewa dengan pemerintah karena terkesan sangat lamban mengatasi kebakaran. Kami minta pemerintah memperhatikan hal - hal seperti ini agar masyarakat tidak dikorbankan," tegasnya.

Koroh Ludji mengatakan, dalam peristiwa ini kerugian bisa mencapai miliaran rupiah, karena rata - rata  pemilik kios baru belanja pada Kamis (11/3/2010).

Setelah api dipadamkan, Lurah Oesao, Yohannes Ballo dan Kapolsek Kupang Timur, AKP Trianus Oepoli, tiba di lokasi kejadian. Mereka  langsung meninjau kios-kios yang terbakar. Pada saat yang sama Camat Kupang Timur, Monarci Dethan, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Maria Nuban Saku, memantau kios-kios yang terbakar dari arah Jalan Timor Raya.

Beberapa saat kemudian, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Daniel Manoh, Kepala Dinas Koperasi Yanahnnis Muna serta beberapa staf dari bagian perlengkapan Kabupaten Kupang tiba di lokasi.

Yohannes Ballo mengatakan, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, tapi 39 kios dan sebuah rumah milik Us Fanggidae, serta  dua unit sepeda motor milik Mustamin, ludes terbakar. Menurut dia, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Dikatakannya, para korban kebakaran menyelamatkan diri dan sebagian barang diangkut ke rumah penduduk di sekitar pasar. "Saat ini pemerintah masih mendata barang-barang yang terbakar. Setelah itu baru bisa tahu pasti kerugiannya," katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Daniel Manoh mengatakan, pihaknya akan mendata ara pemilik kios berikut barang dagangannya. Selain itu, lanjutnya, Dinsos juga berkoordinasi dengan Satlak Kabupaten Kupang. "Kami belum bisa memberikan bantuan karena masih melakukan pendataan para korban, Jika sudah selesai pendataan baru ada upaya pananggulangan tanggap darurat," kata Manoh.(mas)

Komentar Korban

Tidak Tersisa
Helena Nguru (pedagang kelontong): Semua barang dalam kios  ludes terbakar dan tidak ada yang  tersisa. Kemarin (Kamis, 11/3/2010) kami baru belanja barang kelontong senilai Rp 40 juta, semuanya habis terbakar . Ketika kami datang apai belum menjalar sampai di kios, namun barang - barang tidak bisa diselamatkan karena barang yang diselamatkan masayarakat dari kios yang sudah terbakat disimpan di depan kios. Mama tidak punya apa - apa lagi, modal semua sudah dibelanjakan kemarin. (mas)

Rugi Ratusan Juta
Martha Rido (pedagang beras)--Kios sekaligus gudang beras ludes terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan. Kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah karena  barang yang baru belanja hari Kamis (11/3/2010) kurang lebih Rp 200 juta. Jumlah itu belum termasuk sisa beras yang ada di dalam gudang. Saya sudah tidak tahu lagi, bagaimana dengan masa depan keluraga kami. Kasus ini sudah berulangkali, namun tidak disangka kali ini akan menghabiskan semua kios yang ada, termasuk semua isinya.(mas)

 Sisa Pakaian di Badan
Armin (pedagang pakaian)-- Tidak  ada barang jualan yang bisa diselamatkan, termasuk pakaian yang dipakai sehar - hari. Saat kejadian terdengar bunyi tiang listrik sehingga semua keluar dan langsung menuju sumber api yang berjarak kurang lebih 100 meter untuk memberi pertolongan. Semua barang dari beberapa kios yang sementara terbakar diangkut dan ditumpukan di depan kios saya karena dikira akan aman. Tenyata api begitu cepat dan kurangnya sarana pemadam, sehingga api melalap barang yang ditumpuk di depan kios saya. Akhirnya api juga melalap kios saya yang berisi pakaian jualan. Saya keluar hanya dengan pakaian di badan dan tidak punya apa - apa lagi. (mas) 

Dibaca 208 kali  |  Dikomentari 0 kali
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Wisuda UKAW Kupang
Galeri POS KUPANG
Wisuda UKAW Kupang
more on galeri foto
Rabu, 8 September 2010 | 12:06 WIB
Rabu, 8 September 2010 | 12:02 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 08:55 WIB
Sabtu, 4 September 2010 | 10:02 WIB
Sabtu, 4 September 2010 | 10:00 WIB