Data terakhir dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Flores Timur mencatat luas wilayah laut Flores Timur kurang-lebih 3.818,32 km 2 atau 67,92 persen dari luas wilayah Kabupaten Flores Timur keseluruhannya. Keadaan geografis seperti ini, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, di masa Kepemimpinan Politik pasangan, Bupati Drs. Simon Hayon dan Wakil Bupati Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos. memilih sektor kelautan sebagai salah satu sektor andalan di samping sektor pertanian sebagi salah satu sektor potensial.
Potensi kelautan Flores Timur sebetulnya bukan saja karena wilayah lautnya yang luas, namun lebih dari itu adalah potensi alam lautnya yang kaya akan berbagai jenis ikan, keindahan terumbu karangnya, potensi mutiara teripang dan lain sebagainya.
Melihat letak wilayah laut Flores Timur yang sangat menjanjikan masa depan, maka mulai tahun 2008 Pihak Bank Indonesia (BI) melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur di bidang budidaya rumput laut, dengan sistim pendampingan dana langsung kepada kelompok petani rumput laut. Manajer Pemasaran BI Cabang Kupang, Putra Nusantara Stefanus, saat melakukan sosialisasi rencana kerjasama budidaya rumput laut di aula Kantor Bupati Flores Timur baru-baru ini menjelsakan bahawa pihak BI akan melakukan kerja sama dengan para petani rumput laut dengan sistim pendapingan lagsung. Selain melakukan kerja sama di bidang budidaya rumput laut, ke depannya BI juga akan melakukan pendapingan di bidang usaha kecil masyarakat seperti kelompok cips ikan, jambu mete, kelapa dan ubi.
Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur, Markus Suban Bethan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Flores Timur, Drs. Frans Jukin Tukan, para Direktur Bank, para kepala dinas, badan, kantor dan bagian serta sejumlah PNS dan kelompok petani rumput laut.
Bupati Flores Timur, Drs. Simon Hayon, pada tempat yang sama, dalam
sambutannya menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Flores Timur sangat menyambut baik rencana kerja sama tersebut, karena program ini sangat membantu masyarakat Flores Timur yang tergolong masih rendah tingkat ekonominya. Diingat juga bahwa program yang dicanangkan BI tersebut perlu harus dilakukan secara baik, dan disesuaikan dengan keadan kondisi masyarakat lokal. Selain itu, program yang dicanangkan jangan hanya bersifat teori tetapi yang perlu dilakukan adalah praktek nyata agar lebih mudah terserap oleh masyarakat terkusus kelompok sasaran.
Data pada Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Flores Timur tercatat bahwa dari hasil penelitian Laut Flores Timur, selain sangat cocok untuk budidaya rumput laut, di sana juga terdapat berbagai jenis ikan yang memiliki nilai ekspor ke luar Negeri seperti ke Jepang dan Singapur. Jenis ikan yang memiliki pasaran sangat bagus pada kedua Negara tersebut adalah jenis ikan pelagis seperti ikan tuna dan cangkalang dan jenis ikan demersal seperti ikan kerapu dan kakap.
Selain kedua jenis ikan yang memiliki pasaran luar negeri, perairan Flores Timur juga terkenal memiliki potensi kaya jenis ikan yang tidak kalah nilai ekonomisnya, seperti ikan tongkol, kembang, selar, layang, lemuru, teri, tembang, ekor kuning, baronang, merlin, deho-deho, pari, hiu, nener, cumi, ikan hias dan sejumlah jenis ikan lainnya.
Data di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Flores Timur pada tahun 2007, menyebutkan bahwa komoditi perikanan yang dieksportir keluar daerah sangat besar jumlahnya, seperti; ikan segar basah 5.579.934 kg, ikan olahan 236.834 kg, ikan hidup (ikan hias) 1.670 ekor, anakan kerang mutiara 46.620 anakan dan mutiara biji 31.859 kg.
Data tersebut merupkan jumlah riil yng terdapat pada lima (5) perusahan pembeli dan nampungan ikan seperti PT Okishin Flores, 3.302.374 kg, PT Ocean Mitramas 1.564.891 kg, PT KBS 639.996 kg, PT Peruni 337.887 kg, dan PT. Cakrawala Sumbindo 18.000 kg. Tiga perusahan budi daya mutiara adalah PT Asa Mutira Nusantara 13.859, PT Rosario Mutiara, 18.000 kg, PT Mutiara Adonara 42,620 anakan kerang mutira, PT Camar Sentosa 3.000 anakan kerang mutiara. Dan delapan perusahan perorangan masing-msing Musafir 1.080 kg cumi-cumi kering, Abu Samir 1.250 kg cumi-cumi kering, H Aba Yusuf 250 kg cumi-cumi kering, Iwanto 200 kg ikan tuna, Yohanes ND Paru 6.000 kg ikan tuna beku, Bung Helmi 670 ekor ikan hias, Sofiam Satim 1.000 kg ikan dasar campuran dan 1.830 kg ikan pari.
Selain terkenal dengan banyaknya jenis ikan, perairan Flores Timur juga terkenal perairan yang ramah, karena letaknya diapiti pulau, sehingga tidak jarang banyak investor yang melirik dan mau menamkan modalnya di Flores Timur, seperti investor budidaya mutiara, investor penampungan ikan, investor rumput laut, dan bahkan sekarang yang sedang mulai membangun adalah investor dari Jepang JICA bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur membangun PPI di Amagarapati Larantuka dan sekarang sedang dalam proses pembangunannya. Bukan saja potensi ikan yang sangat menjanjikan, kondisi areal pantai Flores Timur juga sebagian besarnya berbentuk landai. Dengan bentuk pantai yang demikian maka sangat cocok untuk dikembangkan budidaya laut. Kurang lebih 3.000 hektar daerah perairan pantai Flores Timur yang terbentang luas di tiga wilayah, Flores Daratan, Adonara dan Solor sangat bagus untuk dikembangkan usaha budidaya laut. Dinas Perikanan dan Kelutan Flores Timur, mencatat jenis budidaya laut yang sudah dikembangkan adalah mutiara (jenis inctada sp), budidaya rumput laut (jenis Eucherna Cattoni dan Eucherma spinosum), dan budidaya ikan keramba, seperti ikan kerpu yang memiliki nilai pasarannya sangat potensial.
Bupati Hayon dan Wakilnya Yosni Herin, dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan masyarakat nelayan selalu mengimbau agar menjaga dan memelihara kekeyaan laut yang ada. Laporkan kepada pihak berwjib kalau menemukan oknum-oknum nakal pembom liar, siapapun orangnya dan dari mana datangnya. Orang yang melakukan pemboman ikan adalah orang yang tidak tahu budi adat Lamaholot Flores Timur, orang Lamaholot adalah orang yang tau dengan budi adatnya karena itu orang lamaholot diminta untuk tidak melakukan tindakan terkutuk tersebut.
Potensi kelautan Flores Timur yang besar tersebut adalah merupakan peluang yang seyogyanya dimanfaatkan untuk melakukan aksi penggarapan dan eksploitasi namun tentunya secara teratur dan terencana.
Berangkat dari visi dan misi pembangunan Flores Timur lima tahun, Bupati Hayon dan Wabub, Yosni Herin dalam berbagai kesempatan telah mengajak masyarakatnya untuk meningkatkan semangat menggali potensi kelautan yang ada untuk pemenuhan kebutuhan hidup setiap hari dan juga untuk kepentingan investasi jangka menengah dan panjang. Berbagai kebijakan teknis telah banyak diupayakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan dalam berbagai program dan beberapa sektor penunjang lainya seperti penyediaan sarana dan prasaran dan upaya fasilitas yang di galakan Dinas Perikanan untuk pemberdayaan nelayan pesisir. Berbagai kelompok nelayan dibentuk dan diperkuatkan dengan bantuan berupa kapal motor baik yang berjenis fiber glass, jukung pursine dan alat tangkap seperti pukat pantai, Gill Net, Lampara bagan, Pole and Line Longe line dan sebagainya terus menerus difasilitasi untuk para kelompok nelayan, para kelompok Karang Taruna dan kelompok-kelompok lainnya.
Sesuai visi dan misi pemerintah, "Membangun Flores Timur Berparadigma Budaya," maka sangat diharapakan partisipasi seluruh warga masyarakat untuk membangun mulai dari diri sendiri, mulai dari kelompok masyarakat kalangan bawah atau dikenal dengan pembangunan berpola buttom up. Partisipasi masyarakat sangat dihargai dalam mekanisme pembangunan. Karena itu, gebrakan yang dilakukan untuk menggali kekayaan dan potensi laut yang sangat diharapkan adalah gebrakan dari dan untuk masyarakat. (humas flotim)
Share on Twitter
