|
Pengembangan Rumput Laut Jadi Prioritas
Spirit NTT edisi 6-12 Juli 2009
SPIRIT NTT/Adiana Ahmad Rumput Laut di Sumba Timur Rabu, 15 Juli 2009 | 16:06 WITA
KUPANG, SPIRIT--Pengembangan budidaya rumput laut di Sumba Timur mesti menjadi prioritas. Prioritas ini perlu dibangun karena perairan NTT memiliki potensi ikan dan rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian disampaikan anggota DPRD NTT, Jonathan Kana, SE, dalam kunjungan kerja (kunker) ke Sumtim, Selasa-Rabu (16-17/6/2009). Tim kunker itu diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Sumtim, Umbu Hamakonda, M.Si, Asisten II, Ir. Juspan, perwakilan Bappeda, jajaran SKPD, dan sejumlah dinas teknis terkait.
Jonathan mengatakan, potensi unggulan di Sumtim adalah ikan dan rumput laut. Karena itu sudah semestinya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi NTT dan Pemerintah Daerah (Pemda) Sumtim memrioritaskan budidaya rumput laut dan mendukung Gerakan Masuk Laut (Gemala) yang dicanangkan Pemerintah Propinsi NTT dua tahun lalu.
Menurutnya, budidaya dan produksi rumput laut, selain memberi pendapatan bagi daerah, juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir setempat. "NTT adalah propinsi kepulauan dengan laut yang luas. Laut kita menyimpan potensi perikanan, rumput laut dan kekayaan lainnya yang begitu besar. Dengan konservasi Laut Sawu, kita giring masyarakat pesisir untuk membudidayakan rumput laut," kata Jonathan.
Diharapkannya, budidaya dan produksi rumput laut tidak hanya unggul di pasar dalam negeri, tetapi juga dapat diekspor ke luar negeri.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP NTT, Ferdy Kapitan, M.Si, yang turut dalam tim kunker itu mengatakan, berdasarkan penelitian, perairan Sumtim memiliki kontribusi rumput laut terbesar di NTT. Melihat potensi itu, DKP sedang menggalakkan pengembangan klaster rumput laut di Sumtim. "DKP berencana menjadikan klaster rumput laut di Sumtim sebagai percontohan bagi pembudidaya rumput laut di kabupaten lain," kata Ferdy.
Selain itu, jumlah bibit yang sedikit mendorong DKP membuka lahan lahan untuk pengembangan bibit rumput laut. "Jumlah dan kualitas bibit masih jadi kendala bagi pembudidaya di sini. Perlu pengembangan bibit sehingga pembudidaya tidak kekurangan bibit," kata Ferdy.
DKP, kata Ferdy, akan mengalokasikan dana untuk membantu masyarakat pembudidaya rumput laut di NTT sebesar Rp 2 miliar. Dana itu akan diberikan ke 21 kabupaten di NTT, tetapi lebih diprioritaskan pada daerah yang potensial. Dari dana tersebut, sebagian disiapkan dalam bentuk sarana produksi seperti rumpon laut dalam, lampu celup bawah laut dan sarana lainnya.
Di samping itu, kata Ferdy, DKP juga akan memberikan bimbingan teknis dan pelatihan bertahap kepada pembudidaya dan petugas teknis. Diharapkan melalui pelatihan ini masyarakat pesisir tidak hanya menjadi nelayan, tapi juga dapat menjadi pembudidaya rumput laut. DKP juga berharap dukungan dari Pemda Sumtim untuk mendukung pengembangan klaster rumput laut ini. (aa) (Spirit NTT)
komentar
|
|