|
Mengenal Situs Lai Tarung dan Pelestariannya (3)
Spirit NTT No. 168/III edisi 20-26 Juli 2009
Jumat, 24 Juli 2009 | 14:55 WITA
MENURUT kepercayaan mereka, hiasan ini bermakna agar dalam pemujaan roh leluhur dimana rahmat yang diturunkan dari atas atau leluhurnya melalui kado uma di atas atap, turun melalui tiang-tiang yang berpola hias dan berhenti di tengah-tengah tiang yang berhiaskan lingkaran/mangkok yang disebut dengan kobawai tempat penampungan rejeki dan rahmat dari roh nenek moyang agar tidak habis begitu saja. Rumah adat ini mempunyai dua buah pintu yaitu pintu laki-laki dan pintu permpuan, dimana perempuan tidak boleh masuk melalui pintu laki-laki.
* Dua Buah Dolmen/Batu Pawisik
Dolmen disebut juga meja batu atau batu pawisik yang berbentuk segi empat pajang terbuat dari batu kapur dan mempunyai enam buah kaki dimana dua buah kaki dalam keadaan patah.
Di bawah dolmen terdapat peti kubur yang terbuat dari batu kapur. Adapun ukuran dolmen tersebut antara lain panjang ,438 cm, lebar 275 cm, tinggi badan 44 cm, dan tinggo 144 cm. Dolmen ini terletak di depan Rumah Dewa. Dolmen ini juga dipakai untuk meletakkan persembahan pada saat melakukan pemujaan terhadap roh leluhur.
Hal ini diketahui dengan adanya sisa-sisa tanduk kerbau dan rahang babi hutan yang merupakan hewan persembahan. Sedangkan dolmen yang satunya terletak ditangga masuk Situs Lai Tarung I bentuk dan bahan sama dengan dolmen diatas namun keadaan dolmen ini semua kakinya sudah patah. Adapun ukurannya sebagai berikut : pj, 354 cm, lb.185 cm, dan tb. 25 cm.
* Batu Kubur
Batu kubur di Situs Lai Tarung I berjumlah enam buah yang berbentuk segi empat terbuat dari batu kapur dengan ukuran yang berbeda-beda. Ada yang memakai pola
hias dan ada pula yang sederhana.
***
SITUS Tarung II merupakan tempat tinggal masyarakat yang turun/pindah (berasal) dari situs Lai Tarung I. Adapun benda cagar budaya yang terdapat di situs Lai Tarung II antara lain :
* Rumah Adat
Pada situs ini terdapat limah bangunan rmah aat, berbentuk rumah panggung dengan atapnya menyerupai atap rumah jglo, terbuat dari alang-alang yang diikat kecil-kecil. Rumah Adat ini terdiri dari tigatai. Lantai satuupakan teras untuk menerima tamu dan tempat untuk melakukan musyawarah keluarga. Lantai dua merupakan ruang bilik untuk tempat tidur yang disekat-sekat menjadi tempat tidur laki-laki dan perempuan sedangkan dapur terletak di tengah-tengah bilik. Lantai tiga merupakan loteng untuk menyimpan hasil-hasil panen seperti padi dan jagung.
Sedangkan kolong rumah difungsikan untuk tempat binatang peliharaan seperti babi dan kuda. Dari lima buah rumah adat yang masih berdiri, hanya dua buah yang masih berfungsi.
* Peti Kubur
Peti kubur berjumlah 79 buah yang terbuat dari batu kapur dengan berbagai macam ukuran (terlampir) dan pola hias dari peti kubur ini sebagian besar berpola hias geometris dengan stiliran alam yaitu flora dan fauna dan ada pula yang sederhana polos tanpa hiasan. Batu-batu kubur yang bentuknya polos/sederhana serta agak tertanam di dalam tanah menunjukkan orang yang meninggal bukan dari kalangan orang bisa, namun dari kalangan orang yang status sosialnya lebih tinggi. Status sosial ini ditandai dengan bekal kubur yang disertakan dalam jumlah banyak. Jadi untuk mengelabui dibuatlah peti kubur yang sederhana dan agak tertanam di dalam tanah, sedangkan peti kubur yang kaya akan pola hias diperuntukkan bagi anak cucu dari kalangan orang-orang yang status sosialnya lebih tinggi.
* Dolmen
Di Situs Lai Tarung II terdapat tiga buah dolmen berbentuk segi empat panjang terbuat dari batu kapur, mempunyai kaki sebagai penyangga berjumlah 4 sampai 6 buah. Ukurannya berbeda-beda (terlampir). Di bawah dolmen diterdapat peti kubur yang terbuat dari batu kapur. Dolmen ini disebut juga dengan istilah uma watu (rumah batu) rumah untuk orang yang sudah meninggal. Adapun hiasannya sebagian besar memakai pola hias bermotif geometris stiliran alam flora dan fauna. Diantara ketiga dolmen ini ada satu buah dolmen yang kado watunya berlawanan arah dengan yang lain ini menunjukkan bahwa adanya masyarakat pendatang dikampung tersebut.
Di Situs Lai Tarung III terdadapat 12 buah batu kubur, yang terbuat dari batu kapur berbentuk segi empat sama seperti batu kubur yang terdapat di situs Lai Tarung I dan II. Adapun ukurannya berbeda-beda. Pola hiasnya rata-rata bermotif geometris dan bermotif benda-benda buatan manusia seperti mainan kalung, hiasan kepala bulan sabit dan ada juga yang polos tanpa hiasan. (bersambung)
(Spirit NTT)
komentar
|
|