Belajar Otonomi Kepada Lembata ...
Spirit NTT No.171/IV edisi 10-16 Agustus 2009
Dok Pos Kupang

Jumat, 21 Agustus 2009 | 20:53 WIB

MASA sembilan tahun bukan masa pendek bagi Kabupaten Lembata untuk tumbuh sebagai kabupaten mandiri. Setelah bekerja keras, sejak lepas dari kabupaten induk, Flores Timur, pada 1999, Lembata terus berubah dan berbenah.

Departemen Dalam Negeri (Depdagri) menilai Lembata berhasil melaksanakan otonomi daerah dengan tren kemajuan yang signifikan.  Lembata merupakan salah satu dari tujuh kabupaten pemekaran periode 1999-2003 di Indonesia yang dievaluasi oleh Depdagri.
 
Kepada pers, beberapa waktu lalu, Bupati Lembata Drs. Andreas Duli Manuk menjelaskan, penilaian keberhasilan itu meliputi  aspek laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD), laporan kinerja instansi pemerintah daerah (Lakip), dan laporan  keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) menyangkut pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah.
 
"Tiga jenis pelaporan itu kami selesaikan tepat waktu. Penilaian LKPJ didasarkan pada hasil audit keuangan Badan Pemeriksa  Keuangan (BPK) yang dilakukan secara periodik dan tepat waktu. Kriteria-kriterai inilah yang kita penuhi sehingga Lembata  lolos dalam penilaian Depdagri," katanya.
 
Menyinggung tren kemajuan, Bupati mengatakan, hal itu itu terlihat pada pendapatan asli daerah yang cenderung naik. PAD  Lembata tahun pertama (2000), dalam setahun pemekaran sebagai daerah otonom, hanya Rp 500 juta lebih. Tujuh tahun kemudian  atau pada 2007, PAD Lembata meningkat mendekati angka Rp 10 miliar, dan pada 2008 ini mencapai angka Rp 11 miliar. "Setiap tahun terjadi kenaikan PAD yang sangat signifikan. Sumbangan pendapatan paling dominan 
berasal dari bahan galian  golongan C," katanya.
 
Aspek lain, kata bupati, adalah pengelolaan pajak bumi dan bangunan (PBB). Setiap tahun anggaran. Lembata selalu melampaui target dan memperoleh dana insentif pemerintah pusat.
 
Pada aspek pertumbuhan ekonomi. Lembata memperlihatkan tren meningkat setiap tahun. Untuk menggenjot pendapatan daerah, program prioritas pada lima tahun kedua masa pemerintahannya adalah menggalakkan investasi dacrtih pertambangan, perikanan,  dan kelautan.
 
Kepatuhan Lembata dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah, dan DPRD, jelas Bupati  Manuk, sangat tertib dalam mengikuti jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.
 
 
Payung Hukum
Kelahiran Lembata mengacu kepada UU No 52/1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata. Secara geografis, sesuai pasal 3, Kabupaten Lembata berasal dari sebagian wilayah Kabupaten FIores Timur yang terdiri atas wilayah Kecamatan Bayusari, Omesuri,  Lebatukan, Ile Ape, Nubatukan, Atadei,  dan Nagawatun. 
 
Sedangkan pasal 5 menguraikan batas wilayah Lembata. Di sebelah utara,  kabupaten ini dibatasi Laut Floree,  sebelah timur dengan Selat Alor, sebelah selatan dengan Laut Sawu dan sebelah barat  dengan Selat Boleng dan Selat Lamakera.
 
Secara astronomis Lembata terletak pada posisi: 810  - 811  LS dan 12312  - 12357  BT.  Iklim di Lembata tergolong kering  dengan curah hujan rata-rata 001,95 mm pertahun atau 230 mm tertinggi pada Bulan Maret dan  14 mm terendah pada Bulan Mei.  Suhu udara rata-rata 26C - 29C dengan suhu minimum dan maksimum berkisar antara 23C - 30C. Sedangkan kecepatan angin  tergolong rendah rata-rata hanya 8,4 knot/jam. (tim bentara)
 

 

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
1 dari 2 Halaman Komentar | First Prev Next Last

lembata ttp seperti yg dulu tdk ada prkembangan dan tanda2 kemajuan,kurang maksimal para aparatnya hanya memperhitungkan individu tanpa menyadari akan tugas dan wewenang.kecolongan di mana-mana... sedangkan rakyat terus di bawah penderitan,sebenarnya fungsi dari pemerintah i2 seperti apa kenapa lembata hanya seperti adanya...kasian lomblen......

Posted by: philip | Jumat, 23 Juli 2010 | 10:57 WIB

Untuk sahabat, reu Lembata! Membangun suatu daerah baru yang minim sumberdaya seperti Lembata, akan sangat sulit dilakukan walaupun ia seorang prof atau siapapun. Lembata hanya bisa dibangun oleh reu semua dibawah koordinasai pemda. Mari susun program dan kegiatan yang realistis yang dibutuhkan masyarakat Lembata. Serahkan program dan kegiatan anda kepada Pemda dan DPRD untuk dimusdakan. Program dan kegiatan yang realistis akan mendapat tempat pembiayaan di APBD dan APBN. Jika tidak ada, mari kita cari investor untuk membiayainya. Reu! mari kita promosikan Lembata agar ada investor mau investasi disana. Mari reu! tolong ikuti mekanisme ini guna membangun hari esok Lembata yang lebih baik dan mandiri. Semoga!

Posted by: M. Amin HS | Jumat, 18 Juni 2010 | 14:45 WIB

selamat pagi reu ande, laporan administrasi semua bisa buat. itu jagonya pemerintah. tapi kondisi lapangan? apakah jalan yang rusak itu keberhasilan? mutu pendidikan yang rendah itutemua keberhasilan??? hampir semua proyek yang gagal sesuai temuan dprd lembata itu juga keberhasilan? lembata hanya bisa membanggakan kebohongan. tidak ada kejujuran.

Posted by: thomas | Kamis, 3 Juni 2010 | 07:03 WIB

Benahi dulu sektor pendidikan. Kualitas pendidikan di Lembata sangat rendah. Prosentasi kelulusan siswa setiap tahun sangat rendah.

Posted by: Stanis | Rabu, 5 Mei 2010 | 08:18 WIB

maju dari hongkong? pembangunan lembata aja seperti tarian poco-poco, maju satu langkah mundur dua langkah, cape deh...!

Posted by: RICHARDO | Sabtu, 17 April 2010 | 23:26 WIB

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |