|
Kurangi Label DPRD Sebagai Tukang Stempel
Spirit NTT Nomor 182 Tahun IV, Edisi 26 Oktober-1 November 2009
Kamis, 29 Oktober 2009 | 10:56 WITA
LEWOLEBA, SPIRIT--Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Yohanes de Rosari, SE, akan berupaya mendorong komitmen perjuangan menjadi semangat semua anggota Dewan. Dengan demikian, label DPRD sebagai tukang stempel pemerintah bisa dikurangi. Dewan di bawah kepemimpinannya memberi warna lain dari dewan periode sebelumnya. "Kesan lima D, kita upayakan tidak ada lagi. Fungsi pengawasan dan anggaran akan kita optimalkan. Keadaan Lembata yang karut marut bisa diatasi kalau semua elemen masyarakat komitmen yang sama. Kita mohon dukungan masyarakat," tandas de Rosari kepada SPIRIT NTT, Kamis (15/10/2009). De Rosari yang dimintai tanggapannya menyatakan kepercayaan partainya akan dipertaruhkan melalui kinerjanya memimpin lembaga perwakilan rakyat dan komitmen memperjuangkan aspirasi rakyat Lembata. Dengan kerja keras dan komitmen diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan publik Lembata kepada DPRD. De Rosari memastikan, setelah pelantikannya 26 Oktober mendatang, ia menempati rumah jabatan ketua Dewan di Lamahora. Hari Senin-Sabtu, ia berada di rumah dinas, hari Sabtu-Minggu berada di rumah pribadi. Pilihannya ini agar rumah jabatan yang dibangun dari uang rakyat tidak mubazir. Sementara Sintus Burin memaknai penetapannya menjadi Wakil Ketua DPRD Lembata sebagai tugas perutusan. Ia bertekad mewujudkannya dalam tugas keseharian memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil, kaum teraniaya dan terpinggirkan. "Partai nilai saya pantas mendapatkan kepercayaan menempati kursi wakil ketua. Saya bertekad menunjukkan kepercayaan partai lewat kinerja saya," kata Sintus. De Rosari, Ketua DPD II Partai Golkar Lembata, pada pemilu legislatif April 2009 memperoleh akumulasi suara dominan 8.848 suara. Golkar mendapat empat kursi wakil rakyat. Sintus Burin dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumpulkan 5.769 suara, juga memperoleh empat kursi DPRD, dan Yoseph Meran Lagaor dari Partai Demokrat berada di urutan ketiga pengumpulan suara terbanyak 3.724 suara, mendapat dua kursi di DPRD. Paripurna menggelar agenda tunggal penetapan ketua defintif berjalan alot. Interupsi dan saling menyela pembicaraan sesama anggota Dewan, terutama apa perlunya memasukkan surat keputusan partai terhadap anggotanya menjadi pimpinan Dewan. Rapat dipandu ketua sementara, Yohanes de Rosari, dihadiri Wabup Lembata, Drs. Andreas Nula Liliweri, pimpinan satuan kerja perangkat daerah di Lembata. (ius) (Spirit NTT)
komentar
|
|