|
SIDAK PROYEK
Spirit NTT Nomor 183 Tahun IV, Edisi 2-8 November 2009
Rabu, 11 November 2009 | 09:51 WITA
BUPATI Sikka, Drs. Sosimus Mitang, kesal. Pasalnya? Ada kontraktor yang main-main dengan proyek. Dikerjakan asal jadi. Pantas saja. Kekesalan Bupati Sosi beralasan. Sebab, dana yang dikucurkan untuk mengerjakan proyek jalan raya di Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, itu bukan hitungan jutaan. Miliaran rupiah. Berapa pastinya? Rp 7 miliar lebih. Anehnya, kontraktor baru mengerjakan sekitar 50 meter dari total 15 kilometer. Padahal, proyek itu harus rampung 23 Desember 2009. Proyek yang dikerjakan PT Nuku Raba itu adalah proyek pusat untuk daerah tertinggal yang dibiayai dengan dana APBN. Bupati Sosimus Mitang, didampingi wakilnya, dr. Wera Damianus, meminta Kepala Dinas PU setempat agar memerintahkan kontraktor membongkar kembali jalan rabat beton yang dikerjakan tidak sesuai perencanaan. "Di sini, kalau ada sinyal tolong telepon kontraktor itu, bilang jangan main-main. Nanti orang pusat bilang bupati tidak pantau. Sampaikan ke kontraktor itu saya tidak main-main. Jangan dapat proyek di mana-mana, lalu kerja tidak sesuai rencana," kata Bupati Mitang ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi. Bupati Sikka dan wakilnya mengamati proses pengerjaan rabat beton yang campurannya tidak kuat. Kadis PU Sikka, Hery Siku langsung diperintahkan oleh bupati untuk memanggil kontraktor dan memberitahunya agar jangan main-main. Disaksikan SPIRIT NTT, proyek jalan sepanjang 15 kilometer itu baru dikerjakan sekitar 50 meter. Tidak ada papan nama proyek di lokasi itu. Hanya ada satu mesin campur semen yang ada di lokasi proyek. Menurut para pekerja, salam sehari mereka hanya bisa menyelesaikan sekitar 10 meter jalan. Jumlah pekerja yang ada di lokasi proyek sekitar 15 orang. Dalam dialog itu, Bupati Mitang meminta kades, camat dan Kadis PU agar memberitahu kontraktor agar melibatkan masyarakat setempat dalam proyek jalan tersebut. (ris) (Spirit NTT)
komentar
|
|