Pantai Lasiana, Menanti Polesan...
Spirit NTT Nomor 183 Tahun IV, Edisi 2-8 November 2009
Rabu, 11 November 2009 | 10:01 WITA

PANTAI Lasiana selalu menjadi magnet pariwisata yang tak pernah sepi pengunjung. Namun, kondisi pantai itu masih jauh dari yang diharapkan. Masih sangat memrihatinkan. Siapa yang harus peduli? Kepala Dinas Pariwisata dan Seni budaya NTT, Ir Ans Takalapeta, berjanji akan memberi polesan agar Pantai Lasiana semakin memesona.

"Pemerintah propinsi melalui Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT akan melakukan pembenahan terhadap tempat-tempat wisata di NTT. Dan, salah satu tempat wisata yang akan dibenahi adalah Pantai Lasiana Kupang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT, Ir. Ans Takalapeta, belum lama ini.

Mantan Bupati Alor ini menjelaskan, pantai Lasiana sebagai salah satu aset pariwisata NTT merupakan milik pemerintah Propinsi NTT yang dikelola oleh Pemerintah Kota Kupang. Kompensasinya, menurut dia, pendapatan dari pengelolaan pantai Lasiana hasilnya 80 persen untuk Pemkot, sedangkan 20 persen diserahkan ke Pemerintah Propinsi NTT.

Ia mengatakan, pantai Lasiana memang perlu mendapat pembenahan serius karena merupakan salah satu obyek wisata pantai yang selalu dipadati pengunjung setiap akhir pekan atau hari minggu, termasuk hari libur. "Apalagi Pantai Lasisna juga merupakan salah satu aset daerah yang dikelolah untuk menambah penghasilan asli daerah (PAD). Karena itu, Pantai Lasiana perlu mendapat sentuhan pariwisata yang serius," tegas Ans Takalapeta.

Ia menjelaskan lagi, secara natural (alami), daya tarik alam di pantai Lasiana sangat menarik minta para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, terutama wisatawan di Kota Kupang dan sekitarnya. Setiap minggu, pantai Lasiana selalu dipadati pengunjung yang datang berkelompok, keluarga atau muda-mudi untuk menikmati panorama pantai yang indah dan alam yang memesona.

"Yang perlu diperhatikan adalah berbagai fasilitas yang ada di pantai Lasiana seperti home stay dan perlengkapan lain perlu dibenahi agar membuat para pengunjung kerasan dan enjoy di pantai Lasiana," kata Takalapeta.

Ia mengatakan, selain fasilitas, berbagai atraksi budaya seperti permaianan Sasando, proses pembuatan gula lempeng, juga perlu dilakukan oleh sanggar-sanggar seni yang ada di NTT, khususnya Kota Kupang, untuk menarik minat pengunjung yang ingin berwisata ke Lasiana. "Selain obyek wisata pantai, salah satu tempat wisata yang perlu dipromosikan adalah museum yang ada di Kota Kupang. Jika hal ini dilakukan terus-menerus ke depan, pantai kebanggaan Kota Kupang ini akan dipadati wisatawan domestik yang ingin berwisata," jelas Takalapeta.

Untuk itu, Takalapeta mengharapkan agar semua stakeholder yang ada di bidang perhotelan, restoran, agen-agen perjalanan, menyatukan persepsi untuk membuat daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke NTT.

"Saya berharap agar Sapta Pesona yang ada di bidang pariwisata harus diperhatikan dan diterapkan kepada setiap pengunjung yang berkunjung ke setiap tempat wisata. Kenyamanan dan kete-nang-an akan membuat pengunjung merasa betah. Salah satu aspek yang membuat wisatawan itu kembali mengunjungi tempat wisata itu ketika mereka merasa nyaman dan aman," tandas Takalapeta.

Menurut Takalapeta, dalam rangka pengelolaan berbagai tempat wisata di NTT, Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT akan membentuk badan promosi pariwisata daerah. "Dasar pembentukan badan ini adalah Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang keparwisataan. Undang-undang ini mengatur tentang keharusan membentuk badan promosi pariwisata daerah yang dikelolah pihak swasta, yang terdiri dari pengusaha di berbagai bidang, baik di bidang usaha maupun perjalanan dan perguruan tinggi. Jumlah pengelola 9 orang, yang direkrut dari pengusaha dan perguruan tinggi," katanya.

Ia menambahkan, UU No 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan menegaskan bahwa badan promosi pariwisata daerah harus dibentuk selambat-lambatnya dua tahun setelah diterbitkannya Undang-Undang.

"Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT sedang mempelajari mekanisme-mekanisme yang diamanatkan UU tersebut. Badan Promosi Pariwisata akan dibentuk lebih dahulu sehingga ke depan pada pencanangan tahun kunjungan wisata NTT 2011, badan promosi daerahlah yang akan mempromosikan berbagai potensi pariwisata di NTT," tegas Takalapeta
Pekan lalu, sekitar 1.500 warga kota membeludak di sepanjang pantai pasir putih. Para pengunjung sebagian besar adalah anak sekolah. Mereka didampingi para orangtua masing-masing memadati Pantai Lasiana itu. Salah seorang pengunjung di Lasiana mengatakan, tidak pernah beralih ke tempat lain karena lokasi Pantai Lasiana sangat dekat dan hanya dijangkaui 20 menit dari Kota Kupang.

Para pengunjung membawa makanan dari rumah, tikar dan alat mainan sendiri. Di pantai itu juga disediakan rumah makan, minuman, kelapa muda, dan air buah lontar. Pantai itu sangat landai, berpasir putih dengan warna-warni saat disinari matahari. Namun, perlu sentuhan agar lebih banyak menyedot wisatawan mancanegara. (aktualita)
 

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort