|
Hurek: Abaikan Cuci Tangan, Diare
Spirit NTT Nomor 183 Tahun IV, Edisi 2-8 November 2009
Rabu, 11 November 2009 | 10:12 WITA
KUPANG, SPIRIT -- Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek mengharapkan agar warga Kota Kupang membudayakan cuci tangan dengan sabun. "Tangan adalah media utama bagi penularan kuman-kuman penyebab penyakit. Akibat kurangnya kebiasaan cuci tangan, banyak anak menderita diare dan infeksi saluran pernapasan," kata Hurek dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II Sekda Kota Kupang, Thom Gah, pada acara pembukaan festival budaya promosi kesehatan tingkat anak sekolah dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun (HCTPS) se-dunia 2009 di Aula Gedung Kesenian dan Budaya Dinas Pariwisata Propinsi NTT, Senin (26/10/2009). Hurek menjelaskan, cuci tangan menggunakan air saja merupakan hal yang umum dilakukan di seluruh dunia. Kebiasaan ini kurang efektif dibandingkan cuci tangan menggunakan sabun. "Sabun dapat meluruhkan lemak dan kotoran yang mengandung kotoran dan kuman penyakit. Semua sabun memiliki efektivitas yang sama. Mari kita jadikan HCTPS sebagai momen penting untuk meningkatkan budaya cuci tangan pakai sabun," katanya. Hurek menambahkan, semakin luas budaya mencuci tangan dengan sabun akan membuat kontribusi signifikan dalam memenuhi target Millenium Development Goals (MDGS), mengurangi tingkat kematian anak-anak di bawah usia lima tahun pada 2015 hingga 70 persen. Hurek mengharapkan, pelaksanaan festival ini dapat meningkatkan praktek cuci tangan pakai sabun di lingkungan sekolah dan masyarakat dalam kehidupan sehari- hari. "CTPS adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah diare dan pneumonia yang merupakan penyebab utama kematian anak. Setiap tahun, lebih dari 3,5 juta anak tidak dapat hidup hingga usia yang kelima," katanya. (den) (Spirit NTT)
komentar
|
|